<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038</id><updated>2011-06-15T03:51:11.107+07:00</updated><title type='text'>UNDER CONSTRUCTION....This blogger will move to www.dewi-m-shalihah.blogspot.com</title><subtitle type='html'>MAAF BLOGGERNYA MASIH ACAK-ACAKAN BANGET, BELUM SEMPAT BERESIN. oh.. ya, yang mau ambil artikel (untuk diterbitkan) dari blogger ini, tolong bilang dulu, agar saya dapat meng-editnya terlebih dahulu. trims...

And for those who fear Allah, He (ever) prepares a way out, and He provides for him from (sources) he never could expect. And if any one puts his trust in Allah, sufficient is (Allah) for him. For Allah will surely accomplish His purpose.(at-Talaq; 65:1-2)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112969299089736508</id><published>2005-10-19T10:35:00.000+07:00</published><updated>2005-10-19T10:36:30.906+07:00</updated><title type='text'>dfdfd</title><content type='html'>gfdgfdgxdfg &lt;br /&gt;dfg&lt;br /&gt;dfg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;drfg&lt;br /&gt;df&lt;br /&gt;gdf&lt;br /&gt;g&lt;br /&gt;fsg&lt;br /&gt;fds&lt;br /&gt;g&lt;br /&gt;dfg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112969299089736508?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112969299089736508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112969299089736508&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112969299089736508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112969299089736508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/10/dfdfd.html' title='dfdfd'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112901177213991342</id><published>2005-10-11T13:21:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T13:22:52.150+07:00</updated><title type='text'>Agenda Harian</title><content type='html'>memiliki agenda kegiatan yang berhubungan dengan amal shalih sehari-hari sebagai pengingat dan renungan tentang apa saja yang telah kita lakukan dan apa yang belum bisa kita lakukan, agar hati kita dipacu untuk selalu 'hidup' mengingat-Nya....sehingga apabila hati ini lalai (dan memang sering terjadi demikian) maka kita akan menyadarinya karena sesungguhnya bila hati ini 'sakit' maka akan beratlah anggota tubuh yang lain untuk melaksanakan ketaatan. Semoga artikel ini bermanfaat buat ukhti muslimah semua, diambil dari milis As-Sunnah yang berjudul Kehidupan Sehari-hari yang Islami, karya Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah yang penulis sesuaikan untuk akhwat muslimah....dan sangat bagus sekali apabila ukhti memiliki bukunya karena sangat bermanfaat sebagai barometer keimanan ukhti,....Nah, selamat membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku...&lt;br /&gt;Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku...&lt;br /&gt;Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surga-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Sehari-hari Yang Islami : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1..Apakah Anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2..Apakah Anda hari ini membaca Al-Qur'an ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Apakah Anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Apakah Anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Apakah Anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang Anda baca ? 6.Apakah Anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Apakah Anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya ? 8.Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan Anda ke dalam Surga ? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata : ''Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga''. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Apakah Anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali ? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata : ''Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka''. (Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : ''Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata : ''Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata : ''Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka''. (Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Apakah Anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Apakah Anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Apakah Anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Apakah Anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Apakah Anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Apakah Anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pent) ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid ? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya : ''Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur''. (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Apakah Anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati Anda atas agama-Nya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Apakah Anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Apakah Anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama ? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar -pent). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Apakah Anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah ? Karena setiap mendo'akan mereka Anda akan mendapat kebajikan pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya -pent) atas nikmat Islam ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Apakah Anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.Apakah Anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Apakah Anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Apakah Anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Apakah Anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri Anda ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Apakah Anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Apakah Anda mengucapkan ''Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun'' jika mendapatkan musibah ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.Apakah Anda hari ini mengucapkan do'a ini : ''Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui''. Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.Apakah Anda berbuat baik kepada tetangga ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.Apakah Anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.Apakah Anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.Apakah Anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.Apakah Anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku ..&lt;br /&gt;Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, insya Allah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Last Updated ( Sunday, 28 November 2004 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112901177213991342?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112901177213991342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112901177213991342&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112901177213991342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112901177213991342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/10/agenda-harian.html' title='Agenda Harian'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112900925579062268</id><published>2005-10-11T12:40:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T12:40:55.800+07:00</updated><title type='text'>Beberapa Sebab yang Dapat Melunakkan Hati</title><content type='html'>1. Takut akan datangnya kematian secara tiba-tiba sebelum taubat.&lt;br /&gt;2. Takut tidak dapat menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.&lt;br /&gt;3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syetan.&lt;br /&gt;4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah kepada diri Anda.&lt;br /&gt;5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang Anda lakukkan.&lt;br /&gt;6. Takut terbongkarnya aib, akibat perbuatan buruk yang Anda lakukan.&lt;br /&gt;7. Takut mengakhiri hidup dengan su'ul khatimah.&lt;br /&gt;8. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.&lt;br /&gt;9. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir di alam kubur.&lt;br /&gt;10. Takut akan azab dan kedahsyatan di alam kubur.&lt;br /&gt;11. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil.&lt;br /&gt;12. Takut melewati titian shirath yang tajam. Sesungguhnya titian shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.&lt;br /&gt;13. Takut menghadapi siksa yang sangat pedih.&lt;br /&gt;14. Takut dijauhkan dari jannah, tempat kenikmatan yang abadi.&lt;br /&gt;15. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.&lt;br /&gt;16. Anda harus mengetahui dosa dan aib Anda.&lt;br /&gt;17. Ma'rifah Anda kepada Allah yang Anda rasakan siang dan malam sedang Anda tidak bersyukur.&lt;br /&gt;18. Takut tidak diterima amalan dan ucapan Anda.&lt;br /&gt;19. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan Anda sendiri.&lt;br /&gt;20. Kekhawatiran Anda menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada saat mizan ditegakkan.&lt;br /&gt;21. Hendaknya anda menyerahkan urusan diri Anda, anak-anak Anda, keluarga, suami, dan harta Anda kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan janganlah bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali hanya kepada Allah.&lt;br /&gt;22. Sembunyikanlah amal-amal Anda dari sifat riya' ke dalam hati Anda, seringkali sifat riya' itu memasuki hati Anda sedang Anda tidak merasakannya. Hasan al-Bashri Rahimahullah pernah berkata, ''Berbicaralah wahai engkau diri, dengan ucapan orang shalih yang qona'ah lagi ibadah. Sedang engkau mengerjakan amalan orang fasik dan riya'. Demi Allah, ini bukan sifat orang yang mukhlish.&lt;br /&gt;23. Jika Anda ingin sampai pada derajat ikhlas, maka hendaknya akhlakmu seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya dan mencacinya.&lt;br /&gt;24. Hendaknya Anda memiliki sifat cemburu ketika larangan Allah dilecehkan.&lt;br /&gt;25. Ketahuilah bahwa amal shalih namun dengan sedikit dosa lebih disukai Allah dari pada amal shalih yang banyak namun diiringi dengan dosa yang banyak pula.&lt;br /&gt;26. Ingatlah setiap Anda sakit bahwa Anda telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalmu yang buruk.&lt;br /&gt;27. Hendaknya ketakutan Anda kepada Allah menjadi jalanmu menuju Allah selama Anda sehat.&lt;br /&gt;28. Setiap Anda mendengar kematian seseorang, maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika Anda menyaksikan jenazah, maka bayangkanlah bahwa Anda yang sedang dihasung.&lt;br /&gt;29. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rizki kita sedang hatinya tidak tentram kecuali dengan adanya sesuatu yang ia kumpulkan. Dan menyatakan bahwa sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita mengumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikitpun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.&lt;br /&gt;30. Lihatlah dunia dengan pandangan i'tibar (penuh mengambil pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (rasa cinta) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.&lt;br /&gt;31. Ingatlah bahwa Anda sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah Anda sanggup menghadapi panasnya api neraka jahannam?&lt;br /&gt;32. Diantara akhlak sesama mukminah adalah menasihati sesama mukminah.&lt;br /&gt;33. Jika Anda melihat orang yang lebih besar dari Anda maka muliakanlah ia dan katakanlah, ''Anda telah mendahului saya dalam Islam dan amal shalih, maka dia jauh lebih baik di sisi Allah.'' Sedangkan jika melihat orang yang lebih muda usianya, maka katakanlah kepadanya, ''Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;500 Nashihah lil Mar'ah Muslimah, Fathi Majdi As-Sayyid. Edisi Indonesia: Nasehat kepada para Muslimah. Penerjemah: Muzaidi Hasbullah, Lc., dkk. Penerbit: Pustaka Arafah, Solo. Cet. I: April 2001/Muharram 1422 H, hal.96-100&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112900925579062268?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112900925579062268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112900925579062268&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112900925579062268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112900925579062268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/10/beberapa-sebab-yang-dapat-melunakkan.html' title='Beberapa Sebab yang Dapat Melunakkan Hati'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112900855738133146</id><published>2005-10-11T12:28:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T12:29:17.383+07:00</updated><title type='text'>Ta'aruf Gagal??</title><content type='html'>Ta'aruf Gagal Terus??          &lt;br /&gt;Written by Ummu Raihanah     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saturday, 25 June 2005&lt;br /&gt;Fenomena yang sering terjadi dikalangan muslim dan muslimah yang sedang mempersiapkan diri ke gerbang pernikahan biasanya akan melalui “fase ta’aruf”. Suatu usaha atau ikhtiar untuk mengetahui hakikat calon pasangan kita. Bagaimana sifat dan karakternya, keluarganya, gaya hidupnya, dan seabreg-abreg “rahasia si dia” yang ingin kita ketahui dengan detail dalam ta’aruf adalah di bolehkan dalam islam. Agar mantap sebelum terjadi pinangan/lamaran. Sayangnya, sering terjadi dari pihak wanita kurang jeli dalam memanfaatkan moment ini, banyak diantara mereka yang melihat beberapa nilai plus dari calonnya langsung mengatakan “iya”, terburu-buru menjatuhkan pilihan. Dengan alasan bahwa lamaran bisa di batalkan atau dengan kata lain mudah dibatalkan maka ketika ditengah perjalanan sering kita temui “korban-korban” berjatuhan, baik dari pihak wanita maupun laki-lakinya. Banyak di pihak lelaki kecewa atau juga mungkin dari pihak laki-laki yang menarik pinangannya sehingga pihak wanita juga kecewa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal dalam ta’aruf ? jangan terlalu bersedih dan kecewa. Tapi juga ingat dan sadari berapa banyak pilihan yang kita inginkan dari calon pasangan kita. Ingatlah,..bahwa sosok yang kita harapkan menjadi pendamping hidup kita tidak akan bisa sempurna total!!  bagi pihak wanita biasaya figure yang diharapkan adalah seperti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan bagi pihak lelaki sudah sering penulis dengar menginginkan sosok yang cerdas seperti Aisyah  atau mungkin yang berhati mulia seperti Khadijah. Terlalu tinggi memasang target?? Iya,..karena itulah banyak yang mengharapkan calon pasangannya mampu begini dan begitu harus bisa ini dan itu dan sebagainya. Sehingga sebenarnya kegagalan dalam melewati fase ta’aruf adalah karena tingginya target yang di harapkan dari calon pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dengan jujur apa yang ada dalam diri kita, mengaca dan menggali kembali kemampuan, kelebihan dan kekurangannya adalah sangat perlu di perhatikan bagi muslim dan muslimah yang berniat akan menikah. Sehingga apabila memang hatinya “khalisan lillah li wajhillah” benar-benar ingin menikah karena Allah, ikhlas karena Allah semata, karena mengharapkan wajah-Nya semata maka dia tidak akan memasang target atau impian yang terlalu tinggi dan muluk. Karena sesungguhnya Allah sendiri telah menjamin hal itu bagi hamba-hamba-Nya yang baik yang shalih akan mendapatkan pasangan yang shalihah juga sebagaimana firman-Nya: “Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula” (An-Nuur: 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir positif dan selalu berhusnudzan (berbaik sangka/ positive thinking- pen) kepada Allah harus selalu ada dalam pikiran kita ketika menghadapi kegagalan dalam ta’aruf.Boleh jadi ketika kita sangat menginginkan calon pasangan kita itu ternyata ia adalah bukan yang terbaik di sisi Allah Azza wa jalla, dan kemungkinan lain Allah akan menggantikannya dengan calon lain yang lebih baik. Cobalah renungkan pula firman-Nya berikut ini : “ …boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya” (Al-Baqarah :216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berdoa dan berusaha  sesuai dengan kemampuan kita dan janganlah terlalu memasang target yang terlalu tinggi sebagaimana penulis ungkapkan diatas agar kita tidak selalu “gagal” dalam ta’aruf .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saudariku muslimah yang masih “gagal” dalam ta’aruf perbanyaklah doa kepada-Nya. Mintalah yang terbaik bagi kehidupanmu di dunia dan akhirat nanti. Janganlah karena omongan kanan-kiri,  karena usiamu yang terus bertambah membuat engkau tak sabar. Ingatlah bahwa pernikahan bukanlah hanya untuk satu hari atau dua hari dan berapa banyak tanggung jawab yang akan engkau emban setelah engkau menikah tentu akan membuatmu berfikir dengan akalmu bukan dengan perasaanmu. Jangan menyerah,..wahai saudariku !! Usaha ta’aruf lagi sampai Allah pertemukan engkau dengan calon pasanganmu. Sesungguhnya IA tidak akan menyia-nyiakan amal usahamu dan juga doamu.Wallahu ‘alam bish-shawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112900855738133146?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112900855738133146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112900855738133146&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112900855738133146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112900855738133146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/10/taaruf-gagal.html' title='Ta&apos;aruf Gagal??'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112900832513314385</id><published>2005-10-11T12:24:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T12:25:25.150+07:00</updated><title type='text'>Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah</title><content type='html'>Kategori : Keluarga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) &lt;br /&gt;Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) &lt;br /&gt;Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) &lt;br /&gt;Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) &lt;br /&gt;Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote: &lt;br /&gt;[1] Lihat Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995, hal. 12 &lt;br /&gt;[2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab &amp; Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 1 – 2 &lt;br /&gt;[3] Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari 145, Muslim 758) (lihat Tahajjud Nabi, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani, Media Hidayah, Sept. 2003, hal. 27). &lt;br /&gt;[4] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab &amp; Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 8 – 14 &lt;br /&gt;[5] Idem, hal. 15 – 22 &lt;br /&gt;[6] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M, hal. 103 &lt;br /&gt;[7] Idem, hal. 105 &lt;br /&gt;[8] Idem, hal. 101 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;Referensi: Referensi : Footnote: [1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995 [2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab &amp; Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004 [3] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab &amp; Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004 [4] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112900832513314385?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112900832513314385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112900832513314385&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112900832513314385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112900832513314385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/10/janji-allah-bagi-orang-yang-akan.html' title='Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112847439222539206</id><published>2005-10-05T08:04:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T08:06:32.233+07:00</updated><title type='text'>Wahai Hati....LA TAHZAN....</title><content type='html'>DR. Aidh Al- Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Cercaan musuh dan umpatan orang-orang yang dengki kepada diri Anda &lt;br /&gt;setara dengan nilai diri Anda.  Sebab kini Anda menjadi bahan &lt;br /&gt;perbincangan, dan seorang yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Jangan hidup dalam angan angan, tetapi hiduplah  dengan realiti.  &lt;br /&gt;Dengan hidup dalam angan angan Anda menginginkan dari orang lain apa &lt;br /&gt;yang tidak dapat Anda lakukan.  Karena itu jadilah orang yang objektif &lt;br /&gt;(dalam melihat kenyataan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)  Ketahuilah bahwa orang yang menggibah Anda berarti memberi &lt;br /&gt;kebaikan-kebaikannya kepada Anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan Anda &lt;br /&gt;dan menjadikan diri Anda orang yang terkenal.  Tentu saja yang demikian &lt;br /&gt;itu adalah nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Tuluskan tauhid Anda untuk Rabb agar hati terbuka.  Sejernih mana &lt;br /&gt;tauhid Anda dan sebersih mana keikhlasan Anda maka sejernih dan sebersih &lt;br /&gt;itu pulalah kebahagiaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Jadilah sosok pemberani yang berhati teguh dan berjiwa kuat.  Anda &lt;br /&gt;memiliki semangat dan tekad.  Jangan sekali-sekali Anda termakan  oleh &lt;br /&gt;rumor dan cerita-cerita yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa dunia ini adalah tempat cobaan, ujian, dugaan, dan &lt;br /&gt;kesedihan.  Karena itu, terimalah ia apa adanya dan mintalah pertolongan &lt;br /&gt;kepada Allah. Belajarlah dari orang-orang yang telah terdahulu - yang &lt;br /&gt;pernah dipenjarakan, yang pernah dibunuh, yang pernah diuji dan yang &lt;br /&gt;pernah dibuang dan dikeluarkan dari negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala dari semua yang menimpa Anda ada pada Allah, baik itu kesedihan, &lt;br /&gt;keresahan, kelaparan, kefakiran, rasa sakit, hutang, dan musibah-musibah &lt;br /&gt;yang lain. Ketahuilah bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran, dan &lt;br /&gt;penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba &lt;br /&gt;dan menambah pahala. Jangan menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu &lt;br /&gt;keburukan, jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan &lt;br /&gt;jangan menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bacalah secara berulang-ulang La haula wala quwwata illa billahi, &lt;br /&gt;karena bacaan ini akan membuat hati menjadi tenteram, memperbaiki &lt;br /&gt;keadaan, membuat yang berat menjadi ringan dan membuat Yang Maha Kuasa &lt;br /&gt;menjadi ridha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perbanyaklah membaca istighfar, sebab dengan istighfar akan ada rezki, &lt;br /&gt;akan ada jalan keluar,akan ada keluarga, akan ada ilmu yang berguna, &lt;br /&gt;akan ada kemudahan, dan akan ada penghapusan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Terimalah bentuk wajah, bakat , pemasukan, dan keluarga dengan &lt;br /&gt;kelegaan hati niscaya anda akan mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ketahuilah bahwa setelah  kesulitan itu akan ada kemudahan, dan &lt;br /&gt;setelah kesulitan itu akan ada jalan keluar.  Ketahuilah bahwa keadaan &lt;br /&gt;seseorang itu tidak akan tetap selamanya, hari-hari itu akan senantiasa &lt;br /&gt;bergilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Optimislah, jangan pernah putus asa dan jangan pula menyerah tanpa &lt;br /&gt;usaha.  Berbaiksangkalah kepada Rabb. Dan, tunggulah segala kebaikan dan &lt;br /&gt;keindahan dari-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Terimalah pilihan ALLAH untuk Anda dengan gembira.  Sebab Anda tidak &lt;br /&gt;tahu tentang kemaslahatan.  Boleh jadi kesulitan itu baik dari pada &lt;br /&gt;kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb, akan &lt;br /&gt;mengajarkan kepada diri Anda bagaimana berdo'a, dan akan menghilangkan &lt;br /&gt;kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri dari diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang &lt;br /&gt;merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bersyukurlah kepada Rabb atas nikmat agama, akal, kesehatan, penutup &lt;br /&gt;aib, pendengaran, penglihatan, rezki, keluarga, serta nikmat-nikmat &lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidakkah Anda tahu bahwa diantara manusia itu ada yang hilang akalnya, &lt;br /&gt;terampas kesehatannya, dipenjarakan, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hiduplah bersama Al-Qur'an, baik dengan cara menghafal, membaca, &lt;br /&gt;mendengarkan, atau merenungkannya.  Sebab ini merupakan obat paling &lt;br /&gt;mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bertawakallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepada-Nya. &lt;br /&gt;Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah &lt;br /&gt;kepada-Nya, dan bergantunglah kepada-Nya karena sesungguhnya Dia cukup &lt;br /&gt;sebagai pelindungmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada Anda, &lt;br /&gt;sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silaturahmi &lt;br /&gt;dengan Anda, berilah orang yang tidak pernah memberi  kepada Anda, dan &lt;br /&gt;bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda niscaya Anda &lt;br /&gt;akan memperoleh  rasa bahagia dan aman dalam diri anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112847439222539206?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112847439222539206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112847439222539206&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112847439222539206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112847439222539206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/10/wahai-hatila-tahzan.html' title='Wahai Hati....LA TAHZAN....'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112804860230034800</id><published>2005-09-30T09:44:00.000+07:00</published><updated>2005-09-30T09:50:02.306+07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah</title><content type='html'>Allah Maha Pengasih Penyayang.......&lt;br /&gt;Terimakasih ya Allah...&lt;br /&gt;Begitu besar nikmat yang Kau suguhkan kepada hamba....&lt;br /&gt;dulu, tak pernah terlintas dapat melanjutkan belajar sampai master.&lt;br /&gt;Namun, hari ini....menjelang Ramadhan, satu berita gembira Kau haturkan....&lt;br /&gt;Ku dapat lanjutkan pasca sarjana fakultas ekonomi di UIA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, walhamdulillah, allahu akbar&lt;br /&gt;terimakasih ya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112804860230034800?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112804860230034800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112804860230034800&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112804860230034800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112804860230034800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/09/alhamdulillah.html' title='Alhamdulillah'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112798051874766024</id><published>2005-09-29T14:53:00.000+07:00</published><updated>2005-09-29T14:55:18.753+07:00</updated><title type='text'>Jadwal Target Pembuatan Buku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jadwal Target Pembuatan Buku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Manajemen Penghimpunan Zakat di Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Malaysia"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Dewi Mar’atusshalihah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan, Research, dan Pencarian Referensi : 26 September – 19 December 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab II : Isnin, 10 October 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab III, IV : Isnin, 17 October 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab V : Isnin, 24 October 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab VI : Isnin, 31 October 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab VII, VIII, IX : Isnin, 14 November 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab X : Isnin, 28 November 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab XI, XII : Isnin, 5 December 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab XIII, XIV, XV : Isnin, 12 December 2005&lt;br /&gt;Pembentangan Bab XVI, XVII : Isnin, 19 December 2005&lt;br /&gt;Finishing :Isnin, 22 December 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112798051874766024?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112798051874766024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112798051874766024&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112798051874766024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112798051874766024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/09/jadwal-target-pembuatan-buku.html' title='Jadwal Target Pembuatan Buku'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112797461548493918</id><published>2005-09-29T13:15:00.000+07:00</published><updated>2005-09-29T13:16:55.493+07:00</updated><title type='text'>Jangan-jangan Malah Istidroj</title><content type='html'>"Hati-hatilah dengan adanya kebaikan Allah pada diri anda, dan&lt;br /&gt;langgengkan sikap rendahmu bersamaNya, siapa tahu kebaikan itu&lt;br /&gt;malah Istidroj (bukan nikmat)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istidroj adalah bungkusan cobaan, yang dilapis dengan&lt;br /&gt;kenikmatan, tanpa dirasakan adanya cobaan dibalik nikmat itu.&lt;br /&gt;Karena itu harus khawatir dengan adanya kemudahan, kenikmatan,&lt;br /&gt;dan segala peluang yang anda terima, jangan-jangan bukan nikmat&lt;br /&gt;yang sebenarnya, tetapi malah Istidroj. Tanpa kita rasakan tiba-&lt;br /&gt;tiba kita sudah terjerumus dalam kehinaan dan kejatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firmanNya Allah SWT: "Kami akan memberikan istidroj pada&lt;br /&gt;mereka, sekiranya mereka tidak mengetahuinya." (al-A'raaf: 182)&lt;br /&gt;Sahl bin Abdullah r.a mengatakan tentang ayat tersebut, "Kami&lt;br /&gt;memberikan kenikmatan, dan Kami melupakan mereka, sehingga&lt;br /&gt;mereka tidak bersyukur. Sampai akhirnya ketika mereka&lt;br /&gt;berkenikmatan seperti itu, dan mereka terhijab dari syukur,&lt;br /&gt;tiba-tiba hartanya diambil semua ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi mengatakan, "Ketika mereka memperbaharui&lt;br /&gt;maksiatnya, Kami perbaharui pula kenikmatannya, tetapi Kami&lt;br /&gt;alpakan Istighfarnya dari maksiat itu."&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami menguji mereka agar mereka semakin berdosa."&lt;br /&gt;(Ali Imron: 178)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah mereka mengira bahwa sesungguhnya kami memberikan&lt;br /&gt;kepada mereka harta dan anak-anak, agar mereka berlomba kepada&lt;br /&gt;kebaikan, tetapi mereka tidak merasa? (sebagai ujian)" (Al-&lt;br /&gt;Mu'minun: 55)&lt;br /&gt;"Kami telah membukakan pintu-pintu segalanya, sehingga ketika&lt;br /&gt;mereka bergembira dan apa yang mereka dapatkan, tiba-tiba kami&lt;br /&gt;ambil semuanya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Ibnu Athaillah melanjutkan:&lt;br /&gt;"Diantara kebodohan penempuh, adalah bersu'ul adab, atas&lt;br /&gt;ditundanya sebuah siksaan baginya, lalu ia mengatakan, "Kalau&lt;br /&gt;hal demikian disebut su'ul adab (tidak punya adab pada Allah)&lt;br /&gt;maka jelas bahwa anugerahnya pasti sudah putus pada saya. Dan&lt;br /&gt;saya pasti dijauhkan dari kenikmatan ini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang alpa hanya karena merasa dekat dengan Allah,&lt;br /&gt;merasa mendapat banyak fasilitas dari Allah, lalu dia alpa&lt;br /&gt;berbuat maksiat. Bahkan ketika maksiat pun Allah malah&lt;br /&gt;memberikan banyak fasilitas, semakin tambah maksiatnya semakin&lt;br /&gt;tambah kaya. Tiba-tiba ia berkata, "Kalau Allah membenci saya,&lt;br /&gt;perbuatan saya, kenapa Allah terus mengucurkan anugerahnya?&lt;br /&gt;Kalau Allah membenci saya, pasti peluang dan fasilitas saya&lt;br /&gt;semakin berkurangEtau jauh dari pemberianNya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cermin dari kebodohan para penempuh Jalan Allah, merasa&lt;br /&gt;peluangnya naik, jabatannya naik, rizkinya naik, tapi&lt;br /&gt;maksiatnya juga naik, kemudian membuat justifikasi bahwa semua&lt;br /&gt;itu karena Kasih SayangNya. Padahal itu semua adalah cobaan,&lt;br /&gt;fitnah dan ujian, yang mengandung bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penempuh Jalan Allah harus tetap menjaga Adabnya&lt;br /&gt;bersama Allah. Minimal harus menjaga lima perkara:&lt;br /&gt;1.Menjaga kehormatan bersama Allah dan beradab dengan orang&lt;br /&gt;  yang bersama Allah, baik Nabi Walaupun WaliNya. Atau Ulama yang&lt;br /&gt;  Sholeh, bahkan kepada kalangan awam sekali pun.&lt;br /&gt;2.Memiliki hasrat cita yang luhur dalam soal agama dan dunia&lt;br /&gt;  ini, sehingga keluhuran hasrat itu menepiskan segala&lt;br /&gt;  ketergantungan hamba dengan selain Allah, lahir maupun batin.&lt;br /&gt;3.Berbakti yang konsisten dalam menetapi jejak Sunnah Nabi,&lt;br /&gt;  dan meninggalkan rekayasa Bid'ah.&lt;br /&gt;4.Melaksanakan prinsip-prinsip utama ajaran agama, tidak&lt;br /&gt;  sembrono dalam beragama.&lt;br /&gt;5.Syukur terhadap nikmat, dengan menyaksikan semua nikmat&lt;br /&gt;  sebagai anugerah Allah, bukan hasil jerih payahnya.&lt;br /&gt;  Sebaliknya, para penempuh sesungguhnya bukannya tidak disiksa&lt;br /&gt;  oleh Allah ketika berbuat maksiat, tetapi hanya ditunda belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang disiksa melalui adzab.&lt;br /&gt;Diantara manusia ada yang siksanya melalui sikap berpalingnya&lt;br /&gt;si penempuh dari Sang Kekasih. Itu juga merupakan siksaan yang&lt;br /&gt;pedih.&lt;br /&gt;Abu Hafsh al-Haddad mengatakan, "Tasawwuf itu secara&lt;br /&gt;keseluruhan adalah Adab. Setiap waktu adalah Adab, setiap&lt;br /&gt;perilaku ruhani adalah Adab, setiap maqom adalah Adab, dan&lt;br /&gt;siapa yangb memenuhi adab-adab itu ia akan menjadi Tokoh Ilahi.&lt;br /&gt;Sebaliknya yang meneledorkan adab, ia akan terjerumus dalam&lt;br /&gt;jurang bentangan jauh dari Allah sementara ia sendiri merasa&lt;br /&gt;dekat denganNya (padahal jauh). Ia tertolak di sisi Allah&lt;br /&gt;tetapi merasa diterima oleh Allah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketotolan sang penempuh karena tiga alasan: Pertama, si&lt;br /&gt;penempuh terkena tipudaya aspek lahiriyah, lalu menjustifikasi&lt;br /&gt;bahwa dimensi lahiriyah itu juga sama dengan kondisi batinnya.&lt;br /&gt;Kedua, ia merekayasa takwil untuk mengesahkan tindakan&lt;br /&gt;maksiatnya. Ketiga, alpa akan makar Allah dalam segala&lt;br /&gt;perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Ibnu Athaillah menggariskan:&lt;br /&gt;Benar-benar orang tersebut telah terputus dari anugerah, hanya&lt;br /&gt;saja ia tidak merasa terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Luqman Hakim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112797461548493918?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112797461548493918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112797461548493918&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112797461548493918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112797461548493918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/09/jangan-jangan-malah-istidroj.html' title='Jangan-jangan Malah Istidroj'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112177072853704556</id><published>2005-07-19T17:57:00.000+07:00</published><updated>2005-07-19T17:58:48.546+07:00</updated><title type='text'>Mengikis Futur</title><content type='html'>eramuslim 29/06/2005 - Futur. Sebuah istilah yang menggambarkan kondisi ruhiyyah seseorang yang sedang menurun. Atau dengan istilah yang lebih sederhana, futur ialah "penurunan semangat beribadah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang yang biasa bersemangat menamatkan Al-Qur'an satu juz dalam satu hari, kemudian menurun atau tiba-tiba kehilangan semangat membaca Al-Qur'an, maka itulah futur. Atau juga ketika seseorang yang jiwa sosialnya tinggi, perhatian dan peka terhadap kondisi saudara-saudaranya se-aqidah, suatu waktu ia merasa berat dan tidak mampu memperhatikan orang lain, kepekaannya menurun, egonya meningkat, dan bahkan berdiam diri ketika saudaranya sedang membutuhkan pertolongan. Atau fenomena lain dari futur adalah ketika orang yang senantiasa melakukan amar ma’ruf nahyi munkar, tapi –suatu waktu – kemudian semangat amalnya menurun dan bahkan mungkin –ketika kondisi seperti itu terus dibiarkan – akhirnya ia sendiri melakukan penyimpangan-penyimpangan amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, futur itu memiliki tingkatan-tingkatan. Ada futur yang masih tergolong rendah dan ada futur yang sifatnya kronis. Futur yang terbilang rendah, biasanya tergambar dalam penurunan kualitas dan kuantitas ibadahnya saja. Artinya ia masih berada di rel yang benar, ia masih mengikuti gerbong Al-Qur'an dan as-Sunah. Meskipun, kadang ia tertatih-tatih di rel itu, dan bahkan teringgal di belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Futur yang seperti ini, pada permulaannya memang tidak terlalu berbahaya, karena hal itu merupakan tabiat manusia, bahkan itulah -mungkin- yang dimaksud dengan al-imanu yazidu wa yanqusu, Iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Fluktuatif keimanan merupakan hal yang wajar bagi setiap orang, karena tidak ada di dunia ini manusia yang selamanya benar, seperti halnya tidak ada yang selamanya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika kondisi seperti itu terus dibiarkan dalam rentang waktu yang cukup lama, maka tentu saja lambat laun ia akan merosot dan terus merosot. Kualitas keimanannya semakin lama akan semakin rendah dan lemah. Dan bahkan mungkin saja, ia akhirnya terperosok pada futur "skala tinggi." Bukan hanya penurunan kuantitas dan kualitas ibadahnya saja yang nampak pada dirinya, akan tetapi, lebih besar dari itu, ia tidak lagi berada pada rel ketaatan. Ke-futur-annya digambarkan dengan beralihnya taat menjadi maksiat, pahala dengan dosa. Na'udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, manusia tidak ada yang bisa lepas dari kesalahan. Setiap orang pasti ada yang pernah berbuat kesalahan dan dosa. Karena ia bukanlah malaikat yang senantiasa patuh dan taat kepada Allah. Hal ini, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya; "Setiap Bani Adam itu pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kalau kita cermati lagi hadits di atas, sebenarnya yang menjadi titik permasalahannya –dan itu yang sering tidak kita perhatikan– adalah ada atau tidaknya proses taubat yang dilakukan oleh orang yang telah berbuat kesalahan tersebut. Oleh karena itu, kesalahan –dalam batasan tertentu – bagi manusia merupakan sebuah kewajaran, akan tetapi terus menerus dan terlena dalam kesalahan tersebut merupakan ketidakwajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini pun secara jelas telah disebutkan oleh Allah swt dalam Al-Qur'an, Ia berfirman; "Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS 4:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat inilah yang menjadi standarnya. Oleh karena itu ketika dalam kesalahannya ia tidak segera bertaubat (kembali pada Allah), maka kesalahannya itu bukanlah sebuah kewajaran lagi. Allah berfirman, "Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." (QS 4:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada permasalahan futur, maka sebenarnya yang diperlukan oleh seorang muslim adalah komitmen dan keistiqamahan dalam setiap amal. Dan tentu saja semuanya harus dibarengi dengan bertahap dan tidak berlebihan (ghuluw). Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqamah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerah-Nya.” (H.R. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika ia mengalami ke-futur-an pun, maka futur-nya itu tidak keluar dari "rel yang benar", dan ia tidak melakukan sebuah penyimpangan amal. Dalam sebuah hadits pun disebutkan bahwa futur merupakan sebuah fenomena yang menggambarkan batasan juhud (kesungguhan beramal) seseorang, ada yang tetap berada dalam bi'ah imaniyyah, ada juga yang keluar dari rel dan berbuat penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami ke-futur-an (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futur-nya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka.” (HR Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari itu, perjuangan melawan futur harus dimulai dari hati. Karena hati merupakan pusat dari segalanya, sebagaimana dalam hadits, “Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya”. Kebeningan hati dan ketulusan iman serta keikhlasan berdoa merupakan senjata ampuh untuk mengikis futur dan mengembalikannya kepada ghirah dan hamasah beramal yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, di sinilah pentingnya kita senantiasa mengontrol kondisi ruhiyyah-nya, menimbangnya dengan timbangan-timbangan amal keseharian, sehingga ia bisa segera menyadari apa yang sedang terjadi pada ruhiyyah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haris Ramlan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112177072853704556?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112177072853704556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112177072853704556&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112177072853704556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112177072853704556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/07/mengikis-futur.html' title='Mengikis Futur'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112177022526286189</id><published>2005-07-19T17:47:00.000+07:00</published><updated>2005-07-19T17:50:25.266+07:00</updated><title type='text'>KETIKA KAU FUTUR......,</title><content type='html'>ketika kau futur &lt;br /&gt;cobalah ingat saat-saat kau menangis tak berdaya &lt;br /&gt;kau merasa demikian hina di hadapanNya &lt;br /&gt;kau berjanji untuk mulai membenahi diri &lt;br /&gt;meninggalkan semua maksiat yang melenakan diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau futur &lt;br /&gt;cobalah ingat ketika kau menjadi manusia yang amat bersemangat &lt;br /&gt;semua buku agama kau lahap &lt;br /&gt;pengajian dan mabit jadi acara favoritmu &lt;br /&gt;lagu-lagu nasyid kau dendangkan sepanjang hari &lt;br /&gt;sapaan afwan syukran ane antun akhi dan ukhti kau nobatkan jadi bahasa resmi &lt;br /&gt;dan tak lupa dzikir dan namaNya selalu menyertai detak jantungmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau futur &lt;br /&gt;cobalah ingat ketika kau mulai memboikot demikian banyak acara teve &lt;br /&gt;ketika kau mulai menjaga jarak dengan lawan jenis &lt;br /&gt;ketika kau mulai ogah mengkonsumsi coca cola mcdi dan teman-temannya &lt;br /&gt;ketika kau mulai tak suka pakai celana jeans &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau futur &lt;br /&gt;cobalah ingat dari mana datangnya semua semangat itu &lt;br /&gt;dari mana datangnya semua tangis haru yang selalu menyertai langkahmu &lt;br /&gt;dari mana datangnya sikap dan pendirian baru yang membuatmu lahir lagi menjadi manusia baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau futur &lt;br /&gt;kau mungkin menyadari bahwa banyak hal yang harus kau benahi &lt;br /&gt;mungkin kau mulai tahu bahwa celana jeans tak perlu dimusuhi &lt;br /&gt;dan kehadiran jenggot di dagumu bukanlah ukuran untuk menunjukkan ketakwaanmu &lt;br /&gt;mungkin kau kini menjadi manusia yang lebih moderat &lt;br /&gt;yang merasa demikian naif karena semangat jihadmu yang menggebu-gebu &lt;br /&gt;telah membuatmu melakukan banyak hal yang sebenarnya tak perlu dilakukan &lt;br /&gt;dan menghindari banyak hal yang sebenarnya tak perlu dihindari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau futur &lt;br /&gt;kau mungkin merasa perlu berbenah diri &lt;br /&gt;mengisi lagi ruhanimu dengan tangis dan dzikir di malam hari &lt;br /&gt;mengisi lagi bathinmu dengan liqo mabit dan saling mendoakan dengan teman-temanmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau futur &lt;br /&gt;janganlah khawatir dan takut karena kau tidak sendiri &lt;br /&gt;ada aku yang tak kalah khawatir dan takutnya dari dirimu &lt;br /&gt;aku ingin kita bergandengan tangan &lt;br /&gt;kita raih lagi hidayah yang sempat membuat kita terharu &lt;br /&gt;hidayah yang membuat kita menyadari betapa Maha Besarnya Cinta Allah pada kita &lt;br /&gt;hidayah yang nyaris pergi lagi meninggalkan kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau dan aku futur &lt;br /&gt;aku ingin kita kembali menyongsong cahaya Illahi yang demikian indah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau mau, bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senayan, 25 Februari 2005 &lt;br /&gt;Karya Jon Riyadi, yang diambil dari milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lagi futur...., terlalu mikirin dunia, cemburu, iri, curiga, banyak ngomong, ga jujur, lemah banget imanku...&lt;br /&gt;Ya Allah...hamba ingin bertobat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112177022526286189?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112177022526286189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112177022526286189&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112177022526286189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112177022526286189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/07/ketika-kau-futur.html' title='KETIKA KAU FUTUR......,'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-112000866014361638</id><published>2005-06-29T08:29:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T08:31:00.156+07:00</updated><title type='text'>I Love You</title><content type='html'>Tuhanku, aku mencintaiMU (My Lord, I Love You! )&lt;br /&gt;GrandSyaikh Mawlana Shaikh Nazim al Haqqani&lt;br /&gt;Ditranslasi  dari buku A Taste of Reality  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Allah, Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih,&lt;br /&gt;Maha Penyayang, Maha Pemurah. Semuanya terjadi atas&lt;br /&gt;perintahNya, semua menjadi ada melalui kehendakNya.&lt;br /&gt;Dia adalah Pencipta dan kita adalah mahlukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hal yang paling penting untuk diketahui&lt;br /&gt;oleh setiap umat  manusia. Kalian bisa menjadi apa&lt;br /&gt;saja...laki-laki atau perempuan, pria  atau wanita,&lt;br /&gt;kaya atau miskin, penguasa atau rakyat biasa,profesor,&lt;br /&gt;dokter, sultan, wali atau Nabi, orang Amerika, orang&lt;br /&gt;Kanada, orang Inggris,  orang Arab siapa saja. Tetapi&lt;br /&gt;kalian harus tahu bahwa kalian adalah mahluk, yang&lt;br /&gt;diciptakan oleh Pencipta kita, yang memiliki banyak&lt;br /&gt;nama, dan  kita mengucapkan sebutanNya yang paling&lt;br /&gt;terkenal yang meliputi seluruh  sebutan nama-nama yang&lt;br /&gt;lain, yaitu Allah Yang Maha Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Sang Pencipta dan kita adalah mahluk. Tidak&lt;br /&gt;ada sebutan lain  untuk anak-anak Adam yang lebih&lt;br /&gt;mulia atau lebih dimuliakan atau dipuji  selain "Hamba&lt;br /&gt;Allah yang Maha Kuasa" &lt;br /&gt;Setiap Nabi...masing-masing...hanya datang untuk mengajarkan&lt;br /&gt;orang-orang sesuatu mengenai tujuan dan  pentingnya&lt;br /&gt;mereka. Kalian mungkin saja muslim dan ada banyak&lt;br /&gt;sekte di  kalangan muslim. Begitu juga dalam&lt;br /&gt;Kristen....ada banyak sekte didalamnya. Kristen,&lt;br /&gt;Yahudi, Judaisme, mereka juga punya banyak sekte, dan&lt;br /&gt;dalam ketiga agama langit ini, begitu banyak pemikiran&lt;br /&gt;dan ide-ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang, menuruti perasaan mereka atau selera&lt;br /&gt;spiritual mereka, mereka  mengejar beberapa&lt;br /&gt;sekte-sekte yang berbeda ini. Dan orang-orang menjadi &lt;br /&gt;senang, memiliki group sendiri, dan Allah yang Maha&lt;br /&gt;Kuasa berkata tentang  ini, "Kullu hizbin bima&lt;br /&gt;ladayhim farihuun." Allah yang Maha Kuasa  berkata&lt;br /&gt;dalam ayat ini bahwa, "Hamba-hambaku akan berada di&lt;br /&gt;dalam kelompok-kelompok yang berbeda, dan setiap&lt;br /&gt;kelompok, senang dengan kelompoknya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Setiap orang akan memiliki keyakinannya sendiri; di&lt;br /&gt;antara banyaknya keyakinan yang berbeda-beda, dia&lt;br /&gt;boleh saja memiliki dan menerima.  Dia boleh berkata,&lt;br /&gt;"saya seorang muslim," atau "saya seorang Kristen atau&lt;br /&gt;Yahudi, Budha." Ya, mereka meyakini dan mereka senang&lt;br /&gt;dengan keyakinan  dan kelompok mereka, menikmati apa&lt;br /&gt;yang mereka miliki. Inilah realitas. Tidak bisa&lt;br /&gt;dirubah. Selalu benar. Tetapi kebenaran sejati hanya&lt;br /&gt;satu; di  antara seratus ide atau seribu keyakinan,&lt;br /&gt;HANYA ADA satu yang BENAR atau SEJATI.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya setiap orang yakin pada sesuatu, tapi bukan&lt;br /&gt;berarti bahwa setiap keyakinan akan menjadi keyakinan&lt;br /&gt;yang sejati...tidak. Kalian boleh  meyakininya sesuka&lt;br /&gt;kalian. Tidak apa-apa; tidak ada yang mencegah kalian.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah yang Maha Kuasa berkata,&lt;br /&gt;"Karena kalian suka,  percayalah. Bila kalian tidak&lt;br /&gt;yakin, jangan percaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kita akan sampai pada akhir hidup kita,&lt;br /&gt;dan setiap orang akan membawa sesuatu di tangannya&lt;br /&gt;sambil berkata, "Saya menyimpan  permata. Saya membawa&lt;br /&gt;benda yang sangat berharga." Ya, kalian boleh bilang,&lt;br /&gt;"Saya membawa keyakinan yang sejati." Selama kalian&lt;br /&gt;berada dalam hidup ini, kalian boleh mengklaim bahwa&lt;br /&gt;saya di atas kebenaran yang sejati  dan saya menyimpan&lt;br /&gt;permata yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kenyataannya  kalian meninggalkan hidup&lt;br /&gt;ini dan menuju surga. Kematian membawa kalian  dari&lt;br /&gt;hidup yang rendah ini ke hidup yang paling tinggi.&lt;br /&gt;Jangan berpikir bahwa kematian adalah hal yang buruk,&lt;br /&gt;sebagaimana yang orang-orang  takutkan. Tidak!!&lt;br /&gt;Kematian adalah jalan menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian tidak mati, kalian akan selalu berada di&lt;br /&gt;atas bumi - kehidupan yang rendah ini, tapi ketika&lt;br /&gt;kalian mati, kalian akan terbebas dari  kehidupan yang&lt;br /&gt;berat ini dan berjalan ke atas. Dan pada saat itu&lt;br /&gt;mereka  berkata, "Apa yang telah kalian bawa? Bukalah&lt;br /&gt;tanganmu." Ya, pada saat itu setiap orang akan tahu&lt;br /&gt;apakah dia telah membawa benda yang berharga atau dia&lt;br /&gt;ditipu oleh iblis, setan, dan mereka (iblis) mengambil&lt;br /&gt;yang sesungguhnya dari orang-orang itu. Dan kalian&lt;br /&gt;akan betul-betul memahaminya pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi trend baru bahwa setiap orang harus&lt;br /&gt;melakukan chek-up, khususnya orang-orang kaya, paling&lt;br /&gt;sedikit setahun sekali. Mereka datang untuk chek-up,&lt;br /&gt;di Amerika, London, Rusia, Cina atau Jepang. Mereka &lt;br /&gt;melakukan check-up...untuk apa? Bila kalian melakukan&lt;br /&gt;check-up seribu kali,  tubuh ini tidak akan mengikuti&lt;br /&gt;kalian. Tidak perlu melakukan check-up tersebut, itu&lt;br /&gt;tidak berguna. Tapi kalian harus melakukan check-up&lt;br /&gt;spiritual untuk apa yang kalian kelak akan bawa&lt;br /&gt;keakhirat, dan apa yang telah kalian telah simpan.&lt;br /&gt;Apakah kalian menyimpan permata yang sesungguhnya&lt;br /&gt;dalam kehidupan ini atau apakah  permata itu telah&lt;br /&gt;dicuri dari kalian dan digantikan dengan yang tiruan /&lt;br /&gt;plastik. Ini penting untuk kalian pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian semua, jagalah keyakinanmu. Bila itu keyakinan&lt;br /&gt;yang sesungguhnya, yang membawa kalian dari kegelapan&lt;br /&gt;menuju surga yang bercahaya. Bagaimana perasaan kalian&lt;br /&gt;tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu? Bagaimana&lt;br /&gt;perasaanmu tentang dirimu sendiri? Apakah kalian&lt;br /&gt;merasakan perbaikan dalam kehidupan spiritual kalian&lt;br /&gt;atau tidak? Tanyalah pada dirimu sendiri. Ya, ini&lt;br /&gt;adalah hal yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting yang lain adalah, orang-orang berlari,&lt;br /&gt;setiap orang berlari, untuk melalap apapun dari&lt;br /&gt;kehidupan ini, laki-laki dan perempuan. Mereka berlari&lt;br /&gt;untuk mengambil sesuatu yang banyak dari hidup ini,&lt;br /&gt;hampir semuanya mengejar materi kehidupan. Dan sebagai&lt;br /&gt;tanda-tanda, telah banyak diterangkan melalui&lt;br /&gt;kitab-kitab suci, mereka yang hanya hidup untuk dunia&lt;br /&gt;ini, untuk diri sendiri. Modal terbesar mereka adalah&lt;br /&gt;uang, uang, uang. Untuk para wanita adalah &lt;br /&gt;emas, permata dan perhiasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki lebih tertarik dalam menyimpan dolar,&lt;br /&gt;sementara para wanita mengejar permata, setiap tahun&lt;br /&gt;penuh di kesepuluh jarinya, dua puluh atau tiga puluh&lt;br /&gt;cincin, ditaruh disemua jarinya  ( Mawlana menunjukkan&lt;br /&gt;jari-jarinya). Mereka bahkan tidak mampu membawa&lt;br /&gt;permata emas mereka yang berat.  Ya, itulah modal yang&lt;br /&gt;paling menarik yang dikejar oleh orang-orang di abad&lt;br /&gt;ke-20. Siapa saja berusaha menggapai modal mereka,&lt;br /&gt;yaitu materi. Mereka itu menyimpan uang berjuta-juta&lt;br /&gt;agar menjadi jutawan atau mengumpulkan lebih banyak&lt;br /&gt;permata, istana, kapal pesiar, pakaian, dan &lt;br /&gt;menghambur-hamburkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para hadirin, janganlah tidur! Lihatlah saya,&lt;br /&gt;jangan lihat  orang-orang lain. Apa yang saya katakan,&lt;br /&gt;bukanlah untuk diri saya sendiri:  Camkanlah. Modal&lt;br /&gt;yang sesungguhnya, yang harus dikejar oleh umat &lt;br /&gt;manusia adalah cinta. Siapa yang memintanya dan&lt;br /&gt;mencari cinta, untuk mendapatkan lebih dan lebih&lt;br /&gt;banyak lagi, orang itu akan menerima hal yang paling&lt;br /&gt;penting dari kehidupannya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta!, cinta adalah hadiah terbesar dari Allah Maha&lt;br /&gt;Kuasa untuk anak-anak Adam. Tanpa cinta, orang&lt;br /&gt;bagaikan kayu kering. Ini (menunjuk meja) kehilangan&lt;br /&gt;cintanya dan menjadi kering. Pohon membawa cinta dan &lt;br /&gt;mendapatkan cinta. Dan cinta memberi orang kecantikan&lt;br /&gt;dan cahaya. Janganlah  menaruh ini lipstik di sini,&lt;br /&gt;pergi ke salon-salon kecantikan. Kalian tidak akan&lt;br /&gt;menjadi cantik dengan yang seperti itu, membuat ini&lt;br /&gt;atau melakukan operasi untuk facelift, pengencangan&lt;br /&gt;kulit wajah. Itu tidak akan membuat kalian cantik.&lt;br /&gt;Hanya Cinta membuat kalian cantik, dan berselera, dan&lt;br /&gt;dihormati dan dipuji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang menerima cinta lebih akan menjadi lebih&lt;br /&gt;cantik di sini dan di surga nanti. Ya, ini adalah&lt;br /&gt;hadiah, hadiah terbesar  dari Sang Pencipta. Dengan&lt;br /&gt;cintaNya, Dia menciptakan kalian. Jangan berpikir&lt;br /&gt;bahwa Allah yang Maha Kuasa menciptakan kalian tanpa&lt;br /&gt;cinta, tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita berterima kasih bahwa dia mencintai&lt;br /&gt;hamba-hambanya dan menghadiahkan mereka cinta.  Dan&lt;br /&gt;apa yang Dia minta dari kalian, wahai para hamba? Dia&lt;br /&gt;hanya meminta  dari kalian cinta. Dia memberikan&lt;br /&gt;kalian cinta dan meminta dari kalian cinta. Di antara&lt;br /&gt;semua agama, di antara semua keyakinan, mencintai&lt;br /&gt;sesama adalah hal yang  penting. Dia menghadiahkan&lt;br /&gt;kita dari cinta illahiahNya dan meminta kita cinta&lt;br /&gt;untuk kehadirat IllahiahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi lihat sekarang ini, kita memberi cinta kita&lt;br /&gt;untuk kesenangan hidup yang rendahi. Inilah kutukan&lt;br /&gt;terbesar pada umat manusia saat ini. Inilah mengapa&lt;br /&gt;terjadi kekerasan dalam setiap masalah, karena orang&lt;br /&gt;tidak memberikan cinta kepada Tuhan mereka. Allah akan&lt;br /&gt;menanyakan kep[ada kalian,  "Oh hambaKu, Aku&lt;br /&gt;menghadiahkan kalian dari Keagungan Cintaku. Apa yang&lt;br /&gt;kalian berikan kepadaKu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt tidak meminta apa-apa dari kalian, tidak.&lt;br /&gt;Semua doa-doa kalian,  adalah tanda kecintaanmu kepada&lt;br /&gt;Sang Penguasa. Sebanyak yang mungkin  kalian berikan,&lt;br /&gt;berikanlah dan ambillah yang lebih banyak. Jangan&lt;br /&gt;katakan, saya Kristen, saya Muslim, saya Yahudi, saya&lt;br /&gt;Budha, sementara kalian tidak memberikan cinta kalian&lt;br /&gt;untuk Tuhan kalian. Kalian telah ditipu oleh musuh&lt;br /&gt;kalian, musuh seluruh umat manusia, yaitu pusat-pusat&lt;br /&gt;kejahatan, yang mewakili kerajaan Syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian harus menjadi diri kalian, kalian harus&lt;br /&gt;melakukan check-up,  karena syaitan memperdayai kalian&lt;br /&gt;setiap hari, membuat kalian memberikan  cinta kalian&lt;br /&gt;untuk hidup yang sementara ini, dan kalian memberikan&lt;br /&gt;semua  perhatian kalian dan urusan kalian untuk fisik,&lt;br /&gt;yang dari hari ke hari  kondisinya menurun dan&lt;br /&gt;sekarat, dan menuju ke tanah. Lihatlah setiap &lt;br /&gt;hari, lakukanlah check-up spiritual untuk diri kalian&lt;br /&gt;sendiri, apakah saya sudah ditipu atau tidak? Bila&lt;br /&gt;kalian melihat bahwa kalian sudah tertipu, kalian&lt;br /&gt;jangan tertipu lagi besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat kalian berkata, "Oh Tuhanku, aku mencintai&lt;br /&gt;Engkau,"  akan terdengar sangatlah indah, ucapan yang&lt;br /&gt;datangnya dari hamba Allah ini. "Oh Tuhanku, aku&lt;br /&gt;mencintai  Engkau." Saat kalian sendiri, ucapkanlah,&lt;br /&gt;"Oh Tuhanku, aku mencintai  Engkau, aku mencintai&lt;br /&gt;Engkau." Ucapkanlah tiga kali, "Oh Tuhanku, aku&lt;br /&gt;mencintai Engkau." Maka tidak akan ada orang yang&lt;br /&gt;mengalami depresi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandilah  pada malam hari, berpakaian yang bagus dan&lt;br /&gt;duduk di tempat yang sepi dirumah anda dan ucapkanlah,&lt;br /&gt;"Oh Tuhanku, aku mencintai Engkau, aku mencintai &lt;br /&gt;Engkau Ya Allah." Maka kalian akan lihat depresi itu&lt;br /&gt;akan pergi dari hati kalian dalam tiga malam. Tidak&lt;br /&gt;perlu minum obat, tidak perlu. Obat, untuk siapa?&lt;br /&gt;Untuk mereka yang depresi. Depresi adalah hukuman dari&lt;br /&gt;Allah yang Maha Kuasa karena hamba-hambaNya tidak&lt;br /&gt;memberikan cinta mereka kepada TuhanNya. Itulah&lt;br /&gt;hukumannya. Allah yang Maha Kuasa memberikan semuanya&lt;br /&gt;tapi mereka tidak memberikan Tuhan mereka cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak meminta makanan atau minuman atau baju yang&lt;br /&gt;bagus dari kalian. Dia hanya meminta cinta dari&lt;br /&gt;kalian. Oleh karena itu, ketika Nabi Musa as akan&lt;br /&gt;bertemu dengan Tuhannya di bukit Sinai. Allah yang&lt;br /&gt;Maha Kuasa berkata, "Oh Musa, jagalah hamba-hambaKu.&lt;br /&gt;Oh Musa, Berbuatlah yang  terbaik untuk hamba-hambaKu.&lt;br /&gt;Buatlah mereka mencintai Aku." Nabi Musa as adalah&lt;br /&gt;salah satu dari Nabi-Nabi terbesar, Sayyidina Muhammad&lt;br /&gt;yang pertama, Sayyidina Ibrahim yang kedua, Sayyidina&lt;br /&gt;Musa yang ketiga, Sayyidina Isa yang  keempat. Dan&lt;br /&gt;Allah yang Maha Kuasa berkata, "Oh Musa, mintalah dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hamba-hambaKu untuk mencintai Aku. Biarkan mereka&lt;br /&gt;mencintai Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian memahami? Saya berbicara dalam bahasa&lt;br /&gt;Inggris tapi kalian bersikap seperti domba, hanya&lt;br /&gt;membuka mata lebar-lebar. Jangan, kalian  harus&lt;br /&gt;mengerti. Ini adalah hal yang sangat penting dan&lt;br /&gt;kata-kata penuh  pencerahan yang harus kalian katakan&lt;br /&gt;pada diri kalian sendiri dan semua  masyarakat, untuk&lt;br /&gt;memurnikan seluruh dunia. Allah yang Maha Kuasa &lt;br /&gt;meminta Musa, satu dari Nabi terbesar, "Mintalah,&lt;br /&gt;ajarkanlah, anjurkanlah, buatlah mereka mencintai&lt;br /&gt;Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah meminta cinta dari hambaNya. Tetapi sayangnya&lt;br /&gt;betapa hati yang kotor seorang hamba yang tak&lt;br /&gt;menyadari bahwa suatu kepastian bahwa mereka akan&lt;br /&gt;meninggalkan kehidupan ini sementara matanya masih &lt;br /&gt;melihat ikatan-ikatan untuk kehidupan ini, tidak&lt;br /&gt;tertuju pada singgasana Allah yang Kuasa. Sayang&lt;br /&gt;sekali untuk mereka yang tidak memberi, tidak &lt;br /&gt;membawa, dalam saat-saat terakhirnya cinta kepada&lt;br /&gt;Tuhan mereka. Siapapun yang membawa cinta tidak akan&lt;br /&gt;takut mati, karena cinta membuat mereka berada dalam &lt;br /&gt;kehidupan yang sejati, hidup selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang wali,  seorang syeh besar,&lt;br /&gt;seorang grandsyeh, meninggal dunia. Muridnya&lt;br /&gt;menguburkannya dan dia mencoba untuk menolehkan&lt;br /&gt;wajahnya ke arah Ka'bah. Lalu  syehnya berkata,"Oh&lt;br /&gt;hambaKu, Dia menolehkan wajahku ke arahNya, hatiku&lt;br /&gt;menuju kehadiran Tuhanku." Dan murid tersebut gemetar&lt;br /&gt;dan berkata, " Oh Mursyidku engkau tidak mati." Dan&lt;br /&gt;dia menjawab,"Tidak, saya sudah mati, tapi hidup saya,&lt;br /&gt;kehidupan dari ruh saya yang sesungguhnya berlanjut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berada di Damascus dan pemerintahan waktu&lt;br /&gt;itu  sedang membuat jalan raya, yang lebih lebar, dan&lt;br /&gt;mereka  memindahkan makam seorang grandsyeh dari&lt;br /&gt;tempat itu, agar bisa membuat jalan  raya yang lebih&lt;br /&gt;besar. Saya ada di situ. Syeh tersebut telah dikubur &lt;br /&gt;selama lima ratus tahun. Ketika mereka membuka&lt;br /&gt;kuburannya, dia berada dalam pakaian kematiannya,&lt;br /&gt;kaffan, dalam kain putih dan saya melihatnya.&lt;br /&gt;Janggutnya tidak berwarna putih seperti janggut saya,&lt;br /&gt;tapi terdiri dari rambut-rambut hitam. Dan ketika&lt;br /&gt;dibuka, wangi yang indah yang tidak bisa dilukiskan&lt;br /&gt;datang dari kuburannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangi mawar yang muncul dan dia diambil dan diletakkan&lt;br /&gt;di peti yang lain. Tubuhnya dalam keadaan yang sama &lt;br /&gt;seperti pada saat dia dikuburkan. Mereka, ratusan dari&lt;br /&gt;mereka dan sejarah adalah saksi dari orang-orang suci&lt;br /&gt;tersebut yang mencapai hidup yang sesungguhnya dalam&lt;br /&gt;kehidupan ini tidak akan pernah menjadi debu dalam&lt;br /&gt;kuburan mereka karena cinta menyebabkan mereka tetap&lt;br /&gt;hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para hamba dari Tuhanku, saya adalah seorang&lt;br /&gt;hamba dan kalian  para hamba, dan saya membuat&lt;br /&gt;asosiasi (sohbet). Saya tidak memberi kuliah  tapi&lt;br /&gt;saya menasehati, dan saya juga menasehati ego saya:&lt;br /&gt;"Berilah lebih  cinta untuk Tuhanmu dan Dia juga akan&lt;br /&gt;memberimu Kalian harus menjadi orang-orang yang&lt;br /&gt;diberikan pencerahanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni kita dan memberkahi kalian.&lt;br /&gt;Saya raca cukup,  apa yang kita bicarakan, dihadapan&lt;br /&gt;para hadirin yang terhormat. Saya  menghormati kalian&lt;br /&gt;dan memuji kalian satu demi satu, bukan untuk gelar &lt;br /&gt;keduniaan kalian yang sementara, tapi gelar yang telah&lt;br /&gt;dirancang oleh Tuhan  - Ibadallah, hamba-hamba Allah.&lt;br /&gt;Cukuplah bagi kalian Allah yang Maha  Kuasa memberikan&lt;br /&gt;kalian berkahnya yang tidak berakhir dan memberi&lt;br /&gt;kalian kehormatan dengan menjadikan kalian wakil-wakil&lt;br /&gt;di atas bumi ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian telah dipilih untuk menjadi khalifah, menjadi&lt;br /&gt;wakil-wakil di atas  bumi, satu kehormatan yang&lt;br /&gt;diminta oleh setiap mahluk, khususnya malaikat  untuk&lt;br /&gt;diraih, tapi kehormatan itu tidak diberikan kepada&lt;br /&gt;mereka, dan Allah yang Maha Kuasa menciptakan manusia&lt;br /&gt;untuk menjadi wakil-wakilNya.  Kehormatan itu adalah&lt;br /&gt;yang tertinggi.  Ketika kalian berkata,"Si itu begini,&lt;br /&gt;si ini begitu." Itu tidak ada artinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi khalifah adalah pujian dan kehormatan&lt;br /&gt;tertinggi dari  Allah yang Maha Kuasa untuk kalian.&lt;br /&gt;Cobalah untuk menjaga kehormatan  tersebut dan cobalah&lt;br /&gt;untuk memberikan lebih banyak cinta untuk Tuhanmu,&lt;br /&gt;Allah yang Maha Kuasa. Kau adalah Sultan satu-satunya,&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau mengumpulkan  hamba-hambaMu.&lt;br /&gt;Berkahilah perkumpulan ini, komunitas ini, terimalah&lt;br /&gt;mereka untuk menjadi hamba-hambaMu yang tulus. Kami&lt;br /&gt;mencintai Engkau Ya Allah, kami mencintai Engkau, aku&lt;br /&gt;mencintai Engkau, wahai Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni kita dan memberkahi kalian&lt;br /&gt;dengan cahaya dan  berkahNya yang abadi. Kesempatan&lt;br /&gt;lain, saya akan berbicara pada kalian  tentang&lt;br /&gt;realitas yang lebih dalam, insya Allah, bukan dari&lt;br /&gt;bumi tapi dari  surga yang bercahaya. Persiapkanlah&lt;br /&gt;diri kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa min Allah at Tawfiq, bihurmati habib al-Fatihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam, arief hamdani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-112000866014361638?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/112000866014361638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=112000866014361638&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112000866014361638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/112000866014361638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/i-love-you.html' title='I Love You'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111926190821984185</id><published>2005-06-20T17:01:00.000+07:00</published><updated>2005-06-20T17:57:27.913+07:00</updated><title type='text'>C h o i c e s</title><content type='html'>(Maafin saya, bila curiga dan sempat nggak percaya..., cuma butuh waktu...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people sit - some people try&lt;br /&gt;Some people laugh - some people cry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people will - some people won't&lt;br /&gt;Some people do - some people don't&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people believe and develop a plan,&lt;br /&gt;Some people doubt - never think that they can.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people face hurdles and give it their best&lt;br /&gt;Some people back down - when faced with a test&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some people complain of their miserable lot&lt;br /&gt;Some people are thankful for all that they've got&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when it's all over - when it comes to an end&lt;br /&gt;Some people lose out and some people win&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We all have a choice - We all have a say&lt;br /&gt;We are spectators in life, or we get in and play&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever we choose - how we handle life's game,&lt;br /&gt;The choice are ours - no one else is to blame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(K, trimakasih, puisinya...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111926190821984185?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111926190821984185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111926190821984185&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111926190821984185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111926190821984185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/c-h-o-i-c-e-s.html' title='C h o i c e s'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111924171395000567</id><published>2005-06-20T11:26:00.000+07:00</published><updated>2005-06-21T11:42:09.666+07:00</updated><title type='text'>Ya Allah, kuatkan hamba…</title><content type='html'>Masih banyak lagi yang belum tertuang dalam bentuk tulisan untuk buku ini. Jaga hamba Ya Allah…, agar kuat dan dapat mempersembahkan hasil yang maksimal dan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hilang lagi ide ini, serta file-file yang ada. Jangan timbulkan niat buruk di hati orang sekeliling hamba, yang akhirnya dapat menggagalkan niat pembuatan buku ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba mohon, Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Kuatkan hamba merentasi kehidupan di dunia ini. Ini hanya tempat persinggahan hamba. Begitu banyak Kau limpahkan nikmat disini, namun Kau juga berikan cobaan sebagai ujian. Kuatkan hamba menghadapi semuanya..., Ujian-Mu yang berupa nikmat maupun tantangan ini Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba nggak sendiri kan...?&lt;br /&gt;Engkau selalu bersamaku kan...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111924171395000567?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111924171395000567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111924171395000567&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111924171395000567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111924171395000567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/ya-allah-kuatkan-hamba.html' title='Ya Allah, kuatkan hamba…'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111898015172330806</id><published>2005-06-17T09:12:00.000+07:00</published><updated>2005-06-17T13:37:52.550+07:00</updated><title type='text'>There Must Be More Than This</title><content type='html'>(My Allah, guide me to reach my goals...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is more hope and optimism in my life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I should have a more positive outlook. I have more compassion for my self and less self abuse. Little things are important, I get more done, take on more and enjoy more. I'm stepping up to more leadership, taking charge more and becoming less judgmental. I have more awareness off and compassion for others. I spend more time on quality activities and have more passion in my relationship with my family and coworkers. Instead plan more and do more with my family. I'm in better physical shape and emotional condition. I experience greater urgency to enjoy what I do. I laugh more at myself. I feel more confident about myself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discover more life, love and meaning on my journey through my commitmen to pursue the greater more. By meeting my deeper needs direcly we are more fulfilled. By not spending so much time, I have more time, energy and resources to pursue more meaningful activities. I feel more awake, alive and conscious. I spend more time discovering and developing my gifts, talents and making more of a difference in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why Do I Live a Life of Less??&lt;br /&gt;Live a Life of MORE !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Did I move towards my goals and vision today?&lt;br /&gt;Did I make a positive difference in other people's lives?&lt;br /&gt;How did I express what matters most to me?&lt;br /&gt;What did I do that was emotionally or spiritually?&lt;br /&gt;How did I grow as an individual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want my life to be something more than just long.&lt;br /&gt;I long to be part of the universe. to be in harmony with something larger than myself.&lt;br /&gt;I want to be thoroughly used up when I die...&lt;br /&gt;for the harder worker, the more I live. I rejoice in life for its own sake. Life is no brief candle to me. It is a sort of splendid torch, which I've got a hold of for the moment and I want to make it burn as brightly as possible before handing it on to future generation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I should have MORE love, more life, more creatifity, more adventure, more knowledge, more beauty, more peace, more meaning, more feelings, more consciousness, more energy, more connection, more direction, more truth and genuiness, more self, more of a difference, more spirituality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I must make choices that enable me to fulfill the deepest capacity of myself.&lt;br /&gt;I don't get to choose how I'm going to die, or when. But I can only decide how I'm going to live. Prepare to die NOW !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Living is a constant process of deciding what I'm going to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A vision without a task is but a dream, a task without a vision is drudgery, a vision and a task are the hope of the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vision is common to those courageous people who dream and make their dreams reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I dare to be powerful, to use my strength in the service of my vision, then it becomes less and less important whether I am afraid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the things that makes a dead leaf fall to the ground is the bud of the new leaf that pushes it off the limb. When you let Allah fill you with His love and forgiveness, the things you think you desperately want to hold on to start falling a way and we hardly notice their passing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you are climbing the ladder of life, you go rung by rung, one step at a time. Sometimes you don't think you're progressing until you step back and see how high you are really gone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes our light goes out but is blown into flame by another human being. Each of us owes deepest thanks to those who have rekindled this light.&lt;br /&gt;It's not whether you get knocked down, it's whether you get up again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I cannot achieve more in life than what I believe in my heart of heart I deserve to have.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, love, guide and keep me...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111898015172330806?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111898015172330806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111898015172330806&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111898015172330806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111898015172330806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/there-must-be-more-than-this.html' title='There Must Be More Than This'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111881138320649745</id><published>2005-06-15T11:55:00.000+07:00</published><updated>2005-06-15T11:56:23.210+07:00</updated><title type='text'>KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG</title><content type='html'>-Emha Ainun Nadjib -, dari millist Daruttauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau bersembahyang&lt;br /&gt;Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan&lt;br /&gt;Partikel udara dan ruang hampa bergetar&lt;br /&gt;Bersama-sama mengucapkan allahu akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan al-fatihah dan surah&lt;br /&gt;Membuat kegelapan terbuka matanya&lt;br /&gt;Setiap doa dan pernyataan pasrah&lt;br /&gt;Membentangkan jembatan cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegak tubuh alif-mu mengakar ke pusat bumi&lt;br /&gt;Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri&lt;br /&gt;Kemudian mim sujudmu menangis&lt;br /&gt;Di dalam cinta Allah hati gerimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud adalah satu-satunya hakikat hidup&lt;br /&gt;Karena pejalanan hanya untuk tua dan redup&lt;br /&gt;Ilmu dan peradaban takkan sampai&lt;br /&gt;Kepada asal mula setiap jiwa kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri&lt;br /&gt;Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali&lt;br /&gt;Badan diperas jiwa dipompa tak terkira-kira&lt;br /&gt;Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembahyang di atas sajadah cahaya&lt;br /&gt;Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia&lt;br /&gt;Rumah yang taka ada ruang tak ada waktunya&lt;br /&gt;Yang tak bisa dikisahkan kepada siapa pun juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah&lt;br /&gt;Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika&lt;br /&gt;Hatimu sabar mulia, kaki seteguh karang&lt;br /&gt;Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy&lt;br /&gt;sembilan puluh sembilan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111881138320649745?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111881138320649745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111881138320649745&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111881138320649745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111881138320649745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/ketika-engkau-bersembahyang.html' title='KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111830515269908448</id><published>2005-06-09T14:53:00.000+07:00</published><updated>2005-06-20T09:06:50.850+07:00</updated><title type='text'>Jangan Ada Dusta...</title><content type='html'>"Sofi, carikan aku calon istri..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaaaa........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ini..., nyari kemana?, supermarket, Tanah Abang, Glodok, atau Toko Kelontong?&lt;br /&gt;Emang Gampang kayak nyari kacang rebus, gitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak aja...&lt;br /&gt;Nyomblangin...&lt;br /&gt;Mau ngasih berapa sih prangkonya?&lt;br /&gt;he he, matre...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, aku kan baik hati...&lt;br /&gt;cieeee.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku obrak-abrik memori otakku. Ku buka album kenanganku, mulai dari yang di TK hingga kini di kampusku. Ku bolak-balik buku telponku, kularik dari A sampai Z. Yang mana yang cocok dengan Fahrur, rekan Rohisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ups..., Fatima Khairunnisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman SMAku di Yogya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis manis berlesung pipit, dengan kacamata yang menambah cantik wajah ovalnya. Yang memperkenalkanku untuk berjilbab, membawaku masuk Rohis, mengajariku menjadi muslimah sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku yang seindah namanya.&lt;br /&gt;Puteri kesayangan Nabi, yang memang khairunnisa, sebaik-baik perempuan. &lt;br /&gt;Inilah sebaik-baik pilihan, untuk Fahrur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan mid-semester, aku pulang ke Yogya sebentar, yang juga untuk melanjutkan misiku, mencarikan istri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Parangtritis, pantai di sebelah selatan Yogyakarta. Karang yang menjulang, ombak yang saling berkejaran di bawah birunya langit, yang katanya menjadi persemayaman Nyi Roro Kidul, Ratu cantik Pantai Selatan, wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di tempat inilah kami bernostalgia, mengenang masa-masa di SMA, bersama sobatku, calon mangsaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelah berjalan, berlari, melompat dan melepaskan jerit ketika gulungan ombak menghampiri kaki. Kami duduk bersisian berkiblatkan laut, diam membisu membiarkan matahari tenggelam di lautan lepas, dalam gulungan buih putih di permukaan biru, berkejaran dan terantuk pada sebongkah cadas, tak bosan-bosannya menyapa dan membelai cadas sambil mengulang-ulang nyayiannya dalam irama yang datar. Hanya jeritan camar yang menjadi pengiring irama abadi di pinggir pantai itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan, kehidupan manusia itu seperti benturan buih dan cadas. Cadas telah mengukuhkan kekuatannya ketika dia terus menerus dibenturkan oleh besar kecilnya riak buih yang menghantam. Tanpa jeda. Manusia yang baik adalah manusia yang kuat seperti cadas. Jangan yakini kekuatan manusia sebelum dibenturkan oleh realitas. Cadas telah tawakal dan pasrah diri untuk menerima gempuran-gempuran buih kenyataan yang didorong oleh badai takdir. Gempuran itu tak boleh melemahkan, meluluhkan ataupun menghancurkan. Jadilah seperti cadas, gempuran menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa nggak dengan kamu aja Sofi?", tanyanya ketika dengan perlahan ku tawarkan niatku untuk mencarikan istri rekan dakwahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya tersenyum, dengan datar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kembali kuyakinkan Nisa, bahwa ia adalah makhluk-Nya, yang dikirimkan oleh-Nya, untuk menemani dan menguatkan langkah dakwah sobatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembang mulai turun, setengah bola api dari semesta telah tenggelam di lautan barat. Lapis awan oranye diam bermandi cahaya matahari yang makin lama makin lemah sinarnya. Sementara ratusan burung berkumpul mengitari awan itu, seakan salam penghormatan terakhir pada hari yang sebentar lagi akan ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya pulang, dengan membawa seribu perasaan lega di hati, atas persetujuan sobatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kakiku memasuki pelataran rumah yang sudah tak asing lagi. tempat kami berdua bercanda, bercengkerama sepulang sekolah dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon jambu itu masih ada. Lima tahun yang lalu, aku nangkring diatas sana, memilih jambu yang telah ranum memerah. Lalu tiba-tiba kuteriak dan terjatuh, karna seluruh tubuhku telah dipenuhi semut Rangrang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di teras itu, kami makan rujak bersama, hingga merah semua wajah kami, penuh keringat, kepedasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di teras itu, kini bersanding pemilik rumah itu, pemilik nama indah itu, Fatimah Khairunnisa, bersama ...shobatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ono opo tho 'Ndhuk, kok pulang dengan wajah mbesengut begitu...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku peluk Ibuku yang semakin menua, dengan rambut ditumbuhi uban satu-dua. Ingin ku luapkan perasaanku, namun ku tak tega menambahi beban yang telah menggelayuti wajah keriputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yo wis, cepat mandi, lalu lihat aja di dapur, Ibu sudah masak sayur kesukaanmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...ibu...&lt;br /&gt;Ini yang membuatku kangen  untuk pulang terus. Nasi liwet, Pindang goreng, Bening Jowo, dan tak bisa ketinggalan...sambel terasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kalau sudah begini, Brad Pitt lewat pun aku tak peduli......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, begitu nikmatnya ku berasyik masyuk menyapa-Mu&lt;br /&gt;Di sajadah panjang ini, ku limpahkan semua derai tangisku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku bukan Khadijah...&lt;br /&gt;Sang ummahatul mukminin, dengan sejuta talenta, yang telah mengajukan diri mendampingi hidup Sang Rasul mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan Srikandi, sang Wanodya  ayu  tama  ngambar  arumming kusuma, yang mempunyai mata nDamar kanginan, hidung mBawang tunggal, bulu mata nanggal sepisan, dan pipi yang nDuren sejuing. Sehingga berani ngunggah-unggahi Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya gadis yang belajar dari seorang ibu yang berhati rembulan bersemangat mentari, dan seorang ayah yang segarang singa selembut sutra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak layak Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tatap dinding kamarku, terpampang besar sekali gambaran rencana masa depanku, yang tersusun rapi dalam "Peta Hidup", seperti yang diajarkan Bunda Marwah. Kususuri kotak demi kotak umurku. Mataku terpaku pada kotak ke 26, di tahun 2007. Ada dua point tertulis disana, S3, dan...menikah. Kutulis sedikit footnote kecil disana "F", hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, maafkan hamba telah lancang. Bukan kuberniat mendahului qadha-Mu. Ini hanya harapanku, rencanaku, inginku.... Namun, keputusan-Mu, itu yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku ambil Tip Ex. Tak boleh kutulis inisial apapun di kotak peta hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, jangan biarkan ku menangisi perkara yang telah Kau jamin dan Kau tetapkan. Namun permudahkan aku menangisi dosa dan kerinduanku pada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nisa, hadiah terindahku untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofi, semoga ini hadiah terindahmu. Semoga ku bisa menepis perasaan ini. Ku takut memetikmu, ku tak layak disisimu. Cukup bagiku hadiahmu ini. Ku kan jaga, istriku, pilihanmu, amanahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku teringat akan puisi yang ku dapatkan dari temanmu, tentang surat cinta, yang menyentakkan kesadaranku, mematahkan nyaliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Red: Sory, aku nggak tau, puisi ini punya siapa dan dari mana sumbernya)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wanita suci&lt;br /&gt;Bagiku kau bukanlah bunga&lt;br /&gt;Tak mampu aku samakan kau dengan bunga-bunga&lt;br /&gt;Terindah dan terharum sekalipun&lt;br /&gt;Bagiku manusia adalah mahluk terindah&lt;br /&gt;Tersempurna dan tertinggi&lt;br /&gt;Bagiku dirimu salah satu manusia terindah&lt;br /&gt;Tersempurna dan tertinggi&lt;br /&gt;Karenanya kau tak membutuhkan persamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Suci&lt;br /&gt;Dengan menatapmu, telah membuatku terus mengingatmu&lt;br /&gt;Dan memnuhi kepalaku dengan inginkanmu&lt;br /&gt;Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku&lt;br /&gt;Membuatku inginkan dirimu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari&lt;br /&gt;Dirimu terlalu suci untuk hadir dalam khayalku&lt;br /&gt;Yang penuh dengan lumpur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita suci&lt;br /&gt;Menghabiskan waktu berdua denganmu bagai mimpi tak berujung&lt;br /&gt;Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu&lt;br /&gt;Meski ujung penutupmupun tak pernah berani kusentuh&lt;br /&gt;Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku...&lt;br /&gt;Karena aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku&lt;br /&gt;Meniru pakaian para rahib, kiai dan ulama&lt;br /&gt;Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita suci&lt;br /&gt;Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci&lt;br /&gt;Yang dengan sepenuh diri membawamu pada Ilahi&lt;br /&gt;Untuknya dirimu ada...&lt;br /&gt;Tunggu sang lelaki suci menjemputmu&lt;br /&gt;Atau kejar sang lelaki suci itu...&lt;br /&gt;Dialah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah&lt;br /&gt;Jangan ragu..., jangan malu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita suci&lt;br /&gt;Bariskan harapanmu pada istikharah penuh ikhlas&lt;br /&gt;Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu&lt;br /&gt;Mungkin sekarang atau nanti...&lt;br /&gt;Bahkan mungkin tak ada..., sampai kau mati&lt;br /&gt;Karena kau terlalu suci, untuk semua lelaki, dalam permainan ini&lt;br /&gt;Karena lelaki suci itu menantimu di istana kekal&lt;br /&gt;Yang kau bangun dengan kekhusu'an ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita suci&lt;br /&gt;Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu&lt;br /&gt;Tapi itulah pilihan-Nya&lt;br /&gt;Tak ada yang lebih baik dari pilihan-Nya&lt;br /&gt;Sang Kekasih Tertinggi&lt;br /&gt;Tempat kita memberi semua cinta&lt;br /&gt;Dan menerima cinta yang ta terhingga&lt;br /&gt;Dalam tiap detik hidup kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Everything is just CERPEN, not part of my life...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oh ya, maaf banget bagi orang yang kisahnya agak sama, sebenarnya ini bukan terinspirasi dari siapa-siapa. Ini cuma kisah nenek moyangku. Nama nenekku Marsiyah, kerennya Isye, Nisa itu Tukirah, atau sering dipangil Icha. Sedangkan si Fahrur tuh Bejo, tapi karna dia kuliah, gengsi dipanggil Bejo, so diganti dengan nama Indra. &lt;br /&gt;Tapi, ceritanya nggak berakhir disini, soalnya nenekku, Isye, akhirnya menjadi permaisuri Prabu Amangkurat Agung, dan sudah menurunkan enam keturunan, hingga kini.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111830515269908448?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111830515269908448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111830515269908448&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111830515269908448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111830515269908448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/jangan-ada-dusta.html' title='Jangan Ada Dusta...'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111827971347248045</id><published>2005-06-09T08:14:00.000+07:00</published><updated>2005-06-09T08:15:13.473+07:00</updated><title type='text'>THE POSITIVE SIDE OF LIFE</title><content type='html'>Living on Earth is expensive,&lt;br /&gt;but it does include a free trip&lt;br /&gt;Around the sun every year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How long a minute is&lt;br /&gt;depends on what side of the&lt;br /&gt;bathroom door you're on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birthdays are good for you;&lt;br /&gt;the more you have,&lt;br /&gt;the longer you live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happiness comes through doors you&lt;br /&gt;didn't even know you left open.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ever notice that the people who are late&lt;br /&gt;are often much jollier&lt;br /&gt;than the people who have to wait for them?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most of us go to our grave&lt;br /&gt;with our music still inside of us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If Wal-Mart is lowering prices every day,&lt;br /&gt;how come nothing is free yet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You may be only one person in the world,&lt;br /&gt;but you may also be the world to one person.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some mistakes are too much fun&lt;br /&gt;to only make once.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't cry because it's over;&lt;br /&gt;smile because it happened.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We could learn a lot from crayons:&lt;br /&gt;some are sharp, some are pretty,&lt;br /&gt;some are dull, some have weird names,&lt;br /&gt;and all are different colors....but&lt;br /&gt;they all exist very nicely in the same box.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A truly happy person is one who&lt;br /&gt;can enjoy the scenery on a detour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have an awesome day, and&lt;br /&gt;know that someone&lt;br /&gt;who thinks you're great&lt;br /&gt;has thought about you today!..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"And that person was me.".....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111827971347248045?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111827971347248045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111827971347248045&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111827971347248045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111827971347248045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/positive-side-of-life.html' title='THE POSITIVE SIDE OF LIFE'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111819404609326119</id><published>2005-06-08T07:50:00.000+07:00</published><updated>2005-06-08T08:27:26.096+07:00</updated><title type='text'>Love is Never Die</title><content type='html'>"Wayang mbeling"nya Ki Harsono Purbawaseso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is never die, cinta tak akan pernah mati. Itu yang dialami pemuda bernama Gorawangsa. Meski Dewi Maerah telah menjadi istri orang, namun namanya terpatri indah di lubuk hati terdalam Gorawangsa. Dewi Maerah telah menjadi The spirit of life, roh serta nafas hidup Gorawangsa, meski kini telah dimiliki laki-laki lain, namun cintanya tidak pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih tak sampai Gorawangsa hampir-hampir menyesatkan jalan hidupnya. Kuliahnya nyaris DO, tiap malam pekerjaannya nongkrong di diskotek, minum-minuman keras, sampai lari ke barang haram narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tuanya yang bingung mengirim Gorawangsa ke Antaboga Center. Lembaga Non-Departemen pusat rehabilitasi remaja bermasalah di Mathura yang didirikan oleh ISM, sukarelawan dan aktivis kemanusiaan yang tidak tertampung di kabinet Basudewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bimbingan yang telaten, keyakinan dan kesadaran Gorawangsa perlahan mulai tumbuh. Ia berhasil merampungkan skripsinya. Berbekal gelar sarjananya dia diterima menjadi CPNS. meski sudah hidup normal dan menjadi pegawai negeri, cintanya pada Dewi Maerah tidak pernah hilang dari ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk mengembalikan wanita itu ke pangkuannya, rasanya mustahil. Dewi Maerah sudah menjadi milik orang lain. terlebih yang memiliki adalah bos dari segala bosnya Negeri Mathura. Prabu Basudewa yang dilindungi para preman yang terkenal bengis dan supergalak di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gorawangsa tak ingin grusa-grusu, dirinya tak mungkin melawan barikade tembok kekuasaan yang otoriter. Bisa-bisa dirinya dicincang atau dikurung seumur hidup dengan pasal pidana subversif, makar atau teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Gorawangsa, kekuatan tidak harus dilawan keras, kekuatan harus dilawan dengan otak dan akal sehat. Dirinya tak mungkin senekat Ken Arok atau setragis Pranacitra di negeri kethoprak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gorawangsa sekarang lebih banyak dia, tirakat, puasa Senin-Kamis, mutih, dan Ngrowot. Fasilitas dari Mbah Dhukun tidak juga dimanfaatkan. Gorawangsa ingin Dewi Maerah mencintai dirinya natural, alamiah dan sepenuh hati. Bukan hanya 40 hari dengan fasilitas pengasihan, kecubung wulung atau semar mesem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat Gorawangsa sedikit terhibur ketika datang surat Dewi Maerah saat Valentine Day yang lalu, yang benar-benar menyentuh hatinya. Padahal bisanya Dewi Maerah hanya titip salam atau SMS-an saja. Wanita itu tidak bahagia menjadi istri ketiga Prabu Basudewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya Maerah berkeluh kesah. Secara material memang bergelimang harta, punya istana, mobil sedan keluaran terbaru Proton, serta fasilitas lainnya. Tetapi kebahagiaan yang diimpikannya hanyalah dalam khayalan belaka, kasih sayang yang diinginkannya tak didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bayangkan aja Mae-Asa (panggilan sayang Gorawangsa), kalau aku minta ditemani, harus sabar menanti giliran, kayak antre beras. Sudah gitu yang didahulukan istri pertamanya, Dewi Rohini, terus istri keduanya, dewi Badraini. Aku hanya kebagian intipnya. Siapa yang nggak gemes sih mas?" kata Dewi Maerah dalam suratnya dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan Gorawangsa pun semakin menjadi. Dirinya benar-benar kasmaran dimabuk cinta berat. Dia seperti orang gila. Foto Dewi Maerah dipasang besar-besar, di baliho, spanduk, stiker, kaos, bendera dan pamflet. Mirip kampanye pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ulah Gorawangsa membuat pihak keamanan gerah, mengganggu ketertiban umum dan yang memberatkan lagi adalah pidana subversif, menghina kepala negara Mathura karna Dewi Maerah istri sah Prabu basudewa dilecehkan di muka umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pasukan khusus dan para sniper jitu diterjunkan, khusus memburu Gorawangsa hidup atau mati. Tapi mereka tak bisa menemukan wajah Gorawangsa, sekalipun fotonya sudah disebar ke seluruh Polsek dan Koramil di seantero Mathura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini justru Gorawangsa bisa menikmati angin segar kebebasan. teknologi negeri Mathuara masih cupet tak akan mungkin melacak Gorawangsa. Apa pasal? Gorawangsa ternyata telah operasi plastik, melalui seorang ahli bedah terkenal di negara tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal cinta Dewi Maerah - Gorawangsa pun mulus, tanpa ada yang menyangka jika ada wayang imitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The enddddddd...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa bangeeeeeeeetttttttttttttt..........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111819404609326119?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111819404609326119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111819404609326119&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111819404609326119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111819404609326119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/love-is-never-die.html' title='Love is Never Die'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111819166023482894</id><published>2005-06-08T07:40:00.000+07:00</published><updated>2005-06-14T12:26:09.796+07:00</updated><title type='text'>Di Penghujung Penantian</title><content type='html'>"Kreteeeek...kreteeeek, Pyaaaarrrr !!!&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;Wah, apalagi nih, bangun tidur turun ranjang nginjak telur???, siapa naruh telur di bawah ranjangku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngedohke memholo 'Ndhuk...!" tiba-tiba simbahku sudah muncul di ambang pintu kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bangun 'Ndhuk...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru jam dua Mbah, nanti aja setengah empat tahajudnya, biar sekalian subuh..." pintaku dengan masih memejamkan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak 'Ndhuk, kamu mandi dulu. Tadi Simbah sudah minta air dan kembang tuju rupo dari Wong Pinter..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istighfar Mbah, sadar...segera taubat dan mohon ampun..., kok Mbah jadi begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Habis Simbah kasihan sama kamu 'Ndhuk...", keluh Simbah. Langsung kutubruk Simbahku yang dengan tiba-tiba sudah penuh dengan linangan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafin Wening Mbah, Wening nggak bermaksud mengecewakan Mbah, Ibu dan Romo. Ini bukan kehendak kita Mbah. Semua Allah yang ngatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran, aku harus pulang kampung. I miss you Yogyakarta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menyenangkan karna harus bertemu keluargaku, setelah penat dengan kebisingan Jakarta, dan hanya ditemani oleh simbahku. Tapi lebaran juga hari yang mendebarkan. Aku pasti harus ngadep Romo..., dimarahi lagi..., duuuuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"'Ndhuk, kamu itu cah mbarep, umur udah 30, adik-adikmu sudah omah-omah, apa kamu nggak pingin, nggak kepikiran?", benar dugaanku, pertanyaan yang sama sudah keluar berapa kali dari bibir Romo setiap aku pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Romo, mana ada sih orang yangg ndak pingin menyempurnakan separuh agama, menjunjung mahligai takwa?."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi apalagi yang kamu cari, jangan terlalu pilih-pilih 'Ndhuk, ra apik!", tutur Romo dengan lembutnya, namun menyentak dan menggetarkan seluruh sendi tulangku, kelu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang ini nggak mungkin Romo salah pilih lagi, Romo jamin kamu pasti merubah pendirianmu. Dijamin tokcer 'Ndhuk!!!", senyum Romo, tapi membuat seluruh bulu kudukku menjadi berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang sudah membujukku, menggunakan berbagai cara agar aku dapat bergeming dari pilihanku. Ibu, Romo, adikku, bahkan Simbah yang sempat meminta jampi-jampi ke orang pinter segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besok, putrane Kamas Handoyo yang baru pulang dari Mesir mau kesini. Mau yoo...!", pintanya merayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pangapunten ndalem Romo, kasih waktu Wening istiharoh ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo 'Ndhuk, tapi percaya aja sama Romo, orangnya soleh, ngganteng, mapan, baru tamat S2 lho Ning. Poko'e bebet, bobot lan bibit'e pas sama kamu. cocok, kloooop...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut, sudah tak bisa dihitung dengan jari orang yang datang ke rumah. Teman kampusku, rekan kantor, dikenalin adikku, anaknya teman Romo. Tapi, selalu aja mereka tak muncul dalam istiharohku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kulo mboten saget Romo...", dua mutiara bening meluncur di wajah tirusku yang semakin menua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak berani pandang wajah kecewa Romo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lantaiku bersimpuh dibawah kaki Romo dapat kulihat pantulan wajah yang sudah penuh gurat-gurat keriput dan bermahkotakan uban putih keabu-abuan. Rahang kokoh wajah bijaksana itu menyembul, gemeretak gigi menahan amarah dan kecewa tak dapat disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wirang aku Ning. Gimana lagi Romo harus wangsulan sama Kamas Handoyo. Mau taruh mana muka Romo ini. Romo yang sering dapat malu, karna anak perawan Romo selalu begini. Kamu tu Ning, opo nggak malu sudah dilangkahi sama Nimasmu. Kamu itu priyayi Jowo, yang harus bisa njunjung dhuwur mendhem jhero derajat wong tuo. Nggak malah bikin wirang begini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Romo, nyuwun kathahing pangapunthen. Saya nggak bermaksud nyakitin hati Romo. Namun Wening sudah pasti dengan jawaban istiharoh Wening, Romo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa...siapa...? pemuda impian kamu yang nggak pernah tahu tentang kamu itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"'Ndhuk..., ra usah nggolek wirang. Ra sah mikirke wong seng ora welas asih karo kowe 'Ndhuk..., ke-thulho-thulho uripmu mengko..., Romo ra rilo..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tergugu di sajadah panjangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan tahun ku tak bosan pasrahkan perkara ini pada-Mu, karna ku yakin, jodohku telah Kau tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa yang sama selalu kulantunkan. Jawaban yang sama juga Kau suguhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau selalu hadirkan berbagai jawaban dan mimpi yang memupuk keyakinan baja dalam langkahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tuhan, kenyataan yang kuterima beda dengan keyakinanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda saleh itu, tak bergeming dari pendiriannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah sedetikpun ia berniat menyapaku, membawaku memasuki kehidupannya, mengizinkanku menyertai dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..., bila ia tak menghendakiku, kenapa di setiap penghujung sujud panjangku, kau pahatkan namanya di kalbuku. Untaian rasa ini bukan kehendakku, jangan Kau hina dinakan aku dengannya. Layakkah kusodorkan seonggok hati ini untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..., hanya Kau yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terserah pada-Mu, aku begini adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Bunda kok menangis...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutersentak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah kecil yang diamanahkan padaku di ambang masa suburku itu bergelanyut manja di lengan kekar ayahnya. Pemuda saleh itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat dulu ya...&lt;br /&gt;Just CERPEN lho..., yang menimpa temenku, empat tahun yang lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111819166023482894?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111819166023482894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111819166023482894&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111819166023482894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111819166023482894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/di-penghujung-penantian.html' title='Di Penghujung Penantian'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111811029255730688</id><published>2005-06-07T07:58:00.000+07:00</published><updated>2005-06-07T09:11:32.566+07:00</updated><title type='text'>Sang Rama Tak Setia</title><content type='html'>By: Dewi Shaliha Razaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinta jatuh cinta ama Rama???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seluruh dunia tahu itu. &lt;br /&gt;Dari penghuni ujung menara Petronas yang tertinggi di dunia, sampai makhluk di dasar Laut Mati,titik terendah di dunia, yang berada 400 meter di bawah permukaan air laut. Dari Brunei, negara terkaya di dunia, sampai Tanzania, negara yang paling miskin itu. Dari sudut kota sampai pelosok desa. Semua tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tiga tahun kemudian, tiba tiba ada pengumuman yang menggelegarkan seluruh mayapada ini.&lt;br /&gt;"Bapak-bapak, ibu-ibu, encang-encing, nyak-babe..., aku patah hati, aku dibuang, aku dicampakkan!!!", jerit Sinta di pagi buta, Jum'at Kliwon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat itu, para nenek yang sedang mengunyah sirih harus tersedak. Para kakek yang sedang menikmati secangkir teh panas sambil mengulum gula jawa harus tertohok. Para ibu yang sedang mencuci baju di sungai pun harus tergelincir. Para bapak yang kecanduan merokok pun terbatuk. Bahkan para janin dalam kandungan pun harus melompat keluar secara prematur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shock...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak mungkin ini terjadi. Karna baru kemarin seluruh penghuni bumi ini merasa bagai penyewa, karna dunia bagaikan dimiliki oleh mereka berdua saja. Baru sehari lalu, tak pernah kulihat bunga sempat mekar di taman, karna semua bunga telah habis untuk menghiasi pelataran hati mereka berdua. Beberapa hari yang lalu pun tak ku jumpai satu produk parfum pun, dari merk Armani sampai Minyak Nyongnyong sekalipun, karna semua telah tertuang mengharumkan kisah mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tahu, mengapa sejam yang lalu dunia bagai kiamat. Sinta menangis, dan tak jauh dari situ terlihat Rama menggamit mesra tangan Srikandi lain yang menyunggingkan senyum kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan mereka??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Rahwana menculik Sinta, ternyata Rama telah mencampakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok skenarionya jadi begini??&lt;br /&gt;Lalu untuk apa aku ada??&lt;br /&gt;Bukannya dalam kitab epik Ramayana aku menjadi penolong, menyelamatkan Sinta dari genggaman tangan Raksasa jelek Rahwana??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma dong aku pakai kostum kera putih, kalau aku tak jadi tampil di pentas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahh..., aku harus mencari lowongan pekerjaan baru nich.&lt;br /&gt;Besok pagi, di sudut-sudut tembok kota, kalian akan mudah menemukan pamflet. hanoman mencari lowongan pekerjaan.&lt;br /&gt;dan aku juga yakin, di samping pamfletku juga akan tertera iklan senada. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Rahwana dan prajurit-prajuritnya. Karena mereka semua sama, Jobless...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach, apa hendak dikata, di zaman post-modern ini susah mencari Rama yang setia. tanpa diculik pun Sinta sudah dibuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Rama, Ngono ya ngono, ning ojo ngono....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah Sinta, pangeranmu akan datang...&lt;br /&gt;Gagah di atas kereta kuda kencana, terbang menjemput dke atas puncak kastilmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111811029255730688?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111811029255730688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111811029255730688&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111811029255730688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111811029255730688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/sang-rama-tak-setia.html' title='Sang Rama Tak Setia'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111810585337356091</id><published>2005-06-07T07:46:00.000+07:00</published><updated>2005-06-07T07:57:33.380+07:00</updated><title type='text'>Apa Pantas Berharap Surga?</title><content type='html'>Ga tau, ini esai karya siapa, tapi bagus dicantumin di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat dhuha cuma dua rakaat&lt;br /&gt;qiyamullail  juga hanya dua rakaat,&lt;br /&gt;itu pun sambil terkantuk-kantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat lima waktu?&lt;br /&gt;Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula...&lt;br /&gt;Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah,&lt;br /&gt;Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.&lt;br /&gt;Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudahnya.&lt;br /&gt;Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan:.....&lt;br /&gt;"Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan".&lt;br /&gt;Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah dan para sahabat &lt;br /&gt;senantiasa mengisi malam-malamnya....&lt;br /&gt;dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah.&lt;br /&gt;Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak &lt;br /&gt;oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya.&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat pujian dan pinta &lt;br /&gt;tersusun indah seraya berharap ....&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adzan berkumandang,&lt;br /&gt;segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas&lt;br /&gt;menuju sumber panggilan, ....&lt;br /&gt;kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh....&lt;br /&gt;di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Qur'an sesempatnya, &lt;br /&gt;tanpa memahami arti dan maknanya,&lt;br /&gt;apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini &lt;br /&gt;tak sedikit pun membuat dada ini bergetar,&lt;br /&gt;padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah .....&lt;br /&gt;ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya.&lt;br /&gt;Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, &lt;br /&gt;itu pun tidak rutin.&lt;br /&gt;Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas.&lt;br /&gt;Yang begini ngaku beriman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka ...&lt;br /&gt;untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;Sesekali mereka terhenti, ......&lt;br /&gt;tak melanjutkan bacaannya&lt;br /&gt;ketika mencoba menggali makna terdalam ....&lt;br /&gt;dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.&lt;br /&gt;Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata.&lt;br /&gt;Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah ....&lt;br /&gt;bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah &lt;br /&gt;yang melafazkan ayat-ayat Allah&lt;br /&gt;dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah jarang, begitu juga infak.&lt;br /&gt;Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet.&lt;br /&gt;Syukur-syukur kalau ada receh.&lt;br /&gt;Berbuat baik terhadap sesama juga jarang,&lt;br /&gt;paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, &lt;br /&gt;yah hitung-hitung ikut meramaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah jarang beramal, &lt;br /&gt;amal yang paling mudah pun masih pelit, &lt;br /&gt;senyum....&lt;br /&gt;Apa sih susahnya senyum?&lt;br /&gt;Kalau sudah seperti ini, &lt;br /&gt;apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui,&lt;br /&gt;senyum indahnya, &lt;br /&gt;tutur lembutnya, &lt;br /&gt;belai kasih dan perhatiannya,&lt;br /&gt;juga pembelaannya &lt;br /&gt;bukan semata miliki Khadijah, &lt;br /&gt;Aisyah, &lt;br /&gt;dan istri-istri beliau yang lain.&lt;br /&gt;Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.&lt;br /&gt;Ia senantiasa penuh kasih dan tulus &lt;br /&gt;terhadap semua yang dijumpainya, ...&lt;br /&gt;bahkan kepada musuhnya sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh,&lt;br /&gt;berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari ribut dengan tetangga. &lt;br /&gt;Kalau bukan sebelah kanan, ....&lt;br /&gt;ya tetangga sebelah kiri.&lt;br /&gt;Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh,&lt;br /&gt;tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari,&lt;br /&gt;kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu demi waktu dihabiskan,&lt;br /&gt;untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.&lt;br /&gt;Detik demi detik dada ini terus jengkel...&lt;br /&gt;setiap kali melihat keberhasilan orang &lt;br /&gt;dan berharap orang lain celaka ...&lt;br /&gt;atau mendapatkan bencana.&lt;br /&gt;Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini?&lt;br /&gt;Adakah pantas hati yang seperti ini &lt;br /&gt;bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya ....&lt;br /&gt;kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak.&lt;br /&gt;Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah &lt;br /&gt;para pemilik wajah indah pula.&lt;br /&gt;Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu?&lt;br /&gt;Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adik tidak akur, &lt;br /&gt;kepada kakak tidak hormat.&lt;br /&gt;Terhadap orang tua kurang ajar, &lt;br /&gt;sering membantah, &lt;br /&gt;sering membuat kesal hati mereka,&lt;br /&gt;apalah lagi mendoakan mereka, &lt;br /&gt;mungkin tidak pernah.&lt;br /&gt;Padahal mereka tak butuh apa pun ...&lt;br /&gt;selain sikap ramah penuh kasih &lt;br /&gt;dari anak-anak yang telah mereka besarkan...&lt;br /&gt;dengan segenap cinta.&lt;br /&gt;Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.&lt;br /&gt;Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih.&lt;br /&gt;Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut &lt;br /&gt;tempat kita merengkuh surga.&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullah yang tak beribu &lt;br /&gt;memerintahkan untuk berbakti kepada ibu,&lt;br /&gt;bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu &lt;br /&gt;sebelum kemudian nama Ayah?&lt;br /&gt;Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat ......&lt;br /&gt;masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup,&lt;br /&gt;kaki mulia tempat bersimpuh,&lt;br /&gt;dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?&lt;br /&gt;Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu.&lt;br /&gt;Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu...&lt;br /&gt;hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?&lt;br /&gt;Jangan tunggu penyesalan. .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di pangkuan orang tua ....&lt;br /&gt;ketika iedul Fitri yang baru berlalu ....???&lt;br /&gt;Apakah hari itu....&lt;br /&gt;hanya hari biasa yang dibiarkan berlalu tanpa makna....???&lt;br /&gt;Apakah siang harinya....&lt;br /&gt;kita sudah mengantuk....&lt;br /&gt;dan akhirnya tertidur lelap...?&lt;br /&gt;Apakah kita merasa sulit tuk meneteskan air mata...???&lt;br /&gt;atau bahkan kita menganggap cengeng......???&lt;br /&gt;sampai sekeras itukah hati kita....???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...Allah ....ya Rabb-ku......&lt;br /&gt;jangan Kau paling hati kami menjadi hati yg keras...,&lt;br /&gt;sehingga meneteskan air matapun susah.......&lt;br /&gt;merasa bersih......merasa suci....&lt;br /&gt;merasa tak bersalah......merasa tak butuh orang lain......&lt;br /&gt;merasa modernis.....dan visionis.........&lt;br /&gt;Padahal dibalik cermin masa depan yang kami banggakan.....&lt;br /&gt;terlukis bayang hampa tanpa makna....&lt;br /&gt;dan kebahagiaan semu penuh ragu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullaah ......Yaa Allah...&lt;br /&gt;ampunilah segenap khilaf kami. &lt;br /&gt;Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111810585337356091?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111810585337356091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111810585337356091&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111810585337356091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111810585337356091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/apa-pantas-berharap-surga.html' title='Apa Pantas Berharap Surga?'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111769447905741518</id><published>2005-06-02T13:30:00.000+07:00</published><updated>2005-06-03T10:26:03.006+07:00</updated><title type='text'>Impian Abah</title><content type='html'>Dulu...&lt;br /&gt;Masa Kecilku...&lt;br /&gt;Tiap pagi saat memandikanku&lt;br /&gt;Petang menidurkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah selalu bergumam lirih, menyanyi kecil, tepat didengungkan di telingaku&lt;br /&gt;"Semut ireng anak-anak sapi..."&lt;br /&gt;Lagu Dandang Gulo, atau apa itu, aku nggak tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu selalu kudengar&lt;br /&gt;Hingg aku berangkat sekolah SD&lt;br /&gt;Saat aku berpamitan dan mencium tangannya yang kasar dimakan masa dan kerja berat&lt;br /&gt;Lagu itu tetap mengiang merdu di telingaku, sambil usapan lembut mendarat di rambutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ku beranjak dewasa&lt;br /&gt;Dan tiba saatnya aku meninggalkan rumah untuk ke pesantren&lt;br /&gt;lagu itu tetap didengungkan lirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna sangking seringnya, &lt;br /&gt;Sering ku tak peduli, dan hanya tersenyum sambil mengangguk lirih untuk memuaskan hati abah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pagi tadi, HPku berdering&lt;br /&gt;Sepenggal SMS dari Abah&lt;br /&gt;"Semut ireng, anak-anak sapi"&lt;br /&gt;Hanya itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terharu, ku menangis&lt;br /&gt;langsung ku telpon Abah&lt;br /&gt;Abah, aku kangen, aku rindu, ku ingin bersimpuh di hadapan-Mu&lt;br /&gt;telah lama ku abaikan kasih sayangmu&lt;br /&gt;harapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semut ireng, anak-anak sapi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kan pernah kulupa abah...&lt;br /&gt;Ku kan berusaha mewujudkan impianmu&lt;br /&gt;Sang 'semut ireng' yang ingin punya anak menjadi 'sapi'&lt;br /&gt;Sang 'rakyat kecil' yang ingin punya anak menjadi 'orang'&lt;br /&gt;Sang 'biasa saja' yang ingin punya anak menjadi 'luar biasa'&lt;br /&gt;Sang 'tamatan SD' yang ingin punya anak menjadi 'terdidik setinggi-tingginya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah...&lt;br /&gt;Cintamu, semangatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku kan selalu mengalirkan cintamu di setiap langkahku&lt;br /&gt;Tuk menggapai impianmu, menjadi 'besar' dunia-akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kusematkan dalam setiap langkahku, &lt;br /&gt;untuk menjadi seharum namaku, pemberianmu&lt;br /&gt;Mar'atusshalihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Abah, with all of my love&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111769447905741518?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111769447905741518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111769447905741518&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111769447905741518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111769447905741518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/impian-abah.html' title='Impian Abah'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111769376622672102</id><published>2005-06-02T13:26:00.000+07:00</published><updated>2005-06-02T13:29:26.226+07:00</updated><title type='text'>Today's Commitment</title><content type='html'>Singkirkan emosi negatif, jadilah kreatif, positif dan bahagia.&lt;br /&gt;Jika ada sesuatu dalam kehidupanmu, temukan penyebabnya dan singkirkan&lt;br /&gt;Kebimbangan tidak akan menghasilkan apa-apa&lt;br /&gt;Jangan pernah mengeluh dan beralasan&lt;br /&gt;Sooner better&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111769376622672102?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111769376622672102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111769376622672102&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111769376622672102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111769376622672102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/todays-commitment.html' title='Today&apos;s Commitment'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111769351380320187</id><published>2005-06-02T13:23:00.000+07:00</published><updated>2005-06-02T13:25:13.803+07:00</updated><title type='text'>A Winner</title><content type='html'>To be a winner, all you need is to give all you have&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111769351380320187?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111769351380320187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111769351380320187&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111769351380320187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111769351380320187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/06/winner.html' title='A Winner'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111724538813758226</id><published>2005-05-28T08:54:00.000+07:00</published><updated>2005-05-28T08:56:28.136+07:00</updated><title type='text'>Keyakinanku Modal Kekuatanku</title><content type='html'>Doakan kuat dan dapat memaksimalkan potensi&lt;br /&gt;yang sebenarnya nggak ada.&lt;br /&gt;Hanya bermodal keyakinan&lt;br /&gt;I can if I think I can, with His guidance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kata-kata mutiara Barat&lt;br /&gt;yang disadur dari hadis Nabi-pun menunjukkan kekuatannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the door of happines closes, another opens&lt;br /&gt;But often times we look so long&lt;br /&gt;at the closed door&lt;br /&gt;That we don't see the one&lt;br /&gt;which has been opened for us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The brightest future&lt;br /&gt;will always be based on a forgotten past&lt;br /&gt;You can't go forward in life&lt;br /&gt;Until you let go of&lt;br /&gt;your past failures and heartaches&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The happiest of people&lt;br /&gt;don't necessarily have the best of everything&lt;br /&gt;They just make&lt;br /&gt;the 'most' of everything that comes along their way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have enough happinest to make you sweet&lt;br /&gt;Enough trialls to make you strong&lt;br /&gt;Enough sorrow to keep you human&lt;br /&gt;And enough hope to make you happy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dream what you want to dream&lt;br /&gt;go where you want to go&lt;br /&gt;be what you want to be&lt;br /&gt;Because you have only one chance&lt;br /&gt;to do all the things you want to do&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111724538813758226?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111724538813758226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111724538813758226&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111724538813758226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111724538813758226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/keyakinanku-modal-kekuatanku_28.html' title='Keyakinanku Modal Kekuatanku'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111717303480982959</id><published>2005-05-27T12:50:00.000+07:00</published><updated>2005-05-27T12:50:34.810+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>My Photo&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/166/5817/640/Dewi.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/166/5817/200/Dewi.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111717303480982959?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111717303480982959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111717303480982959&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111717303480982959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111717303480982959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/my-photo.html' title=''/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111692933674896268</id><published>2005-05-24T17:08:00.000+07:00</published><updated>2005-06-03T11:15:57.870+07:00</updated><title type='text'>Sang Maha Pengasih</title><content type='html'>Tuhanku...&lt;br /&gt;Apa alasanku untuk ingkar dari-Mu&lt;br /&gt;Setiap saat Engkau taburkan rahmat-Mu&lt;br /&gt;Siang, malam...&lt;br /&gt;Kudengar, kulihat, kurasa&lt;br /&gt;Pancaran nuur anugrah-Mu di semua penjuru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Engkau bukan Pengasih&lt;br /&gt;Apalah arti perjuangan hidup ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta-Mu dekat dengan pecinta-Mu&lt;br /&gt;Namun jauh dengan pengingkar-Mu&lt;br /&gt;Segala cinta kasih adalah milik-Mu&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ciptakan kejora di hatiku&lt;br /&gt;Abadi disana selama kukuh imanku&lt;br /&gt;Yang akan kujaga dalam relung hatiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111692933674896268?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111692933674896268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111692933674896268&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111692933674896268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111692933674896268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/sang-maha-pengasih.html' title='Sang Maha Pengasih'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111692924067813119</id><published>2005-05-24T16:57:00.000+07:00</published><updated>2005-05-24T17:07:20.683+07:00</updated><title type='text'>Puisi Cinta Tuk Ilahi</title><content type='html'>Dengan menyebut nama-Mu&lt;br /&gt;Ingin kuhilangkan gundah gulana&lt;br /&gt;Yang selalu menyerang jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepastian-Mu kunanti…&lt;br /&gt;Keridhaan-Mu kuharapkan&lt;br /&gt;Dengan segenap dosa yang terhampar&lt;br /&gt;Kujemput cinta-Mu dengan peluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersandung, terjungkir, terjatuh…&lt;br /&gt;Aku tak peduli&lt;br /&gt;Walaupun nanti kudatang pada-Mu&lt;br /&gt;Dengan pakaian yang terkoyak&lt;br /&gt;Dan kulit terbakar&lt;br /&gt;Karena kutahu&lt;br /&gt;Cinta-Mu juga tertuju padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi…&lt;br /&gt;Inginku menggapai-Mu&lt;br /&gt;Inginku menyentuh-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dayaku terbatas&lt;br /&gt;Cintaku merana&lt;br /&gt;Kuharap Engkau yang datang&lt;br /&gt;Dan menyentuh kalbuku&lt;br /&gt;Dengan sinar-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa ingin…&lt;br /&gt;Ketika ku menghadap-Mu&lt;br /&gt;Aku rasakan hadir-Mu&lt;br /&gt;Aku rasakan wujud-Mu&lt;br /&gt;Tapi godaan ini begitu kuat&lt;br /&gt;Menggoncang seluruh skenario&lt;br /&gt;Cintaku untuk-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin terasyik masyuk dengan-Mu&lt;br /&gt;Setiap detik waktuku&lt;br /&gt;Setiap desah nafasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb…&lt;br /&gt;Dengan penuh kerendahan diri&lt;br /&gt;Kupohon cinta-Mu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111692924067813119?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111692924067813119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111692924067813119&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111692924067813119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111692924067813119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/puisi-cinta-tuk-ilahi.html' title='Puisi Cinta Tuk Ilahi'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111658151735171612</id><published>2005-05-20T16:31:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T16:31:57.356+07:00</updated><title type='text'>MOMMY, TELL ME ABOUT THE TRUE IKHWAN</title><content type='html'>Seorang remaja pria bertanya pada ibunya&lt;br /&gt;Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati&lt;br /&gt;Sang ibu tersenyum dan menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar&lt;br /&gt;Tapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang&lt;br /&gt;Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya&lt;br /&gt;Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja&lt;br /&gt;Tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan&lt;br /&gt;Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang&lt;br /&gt;Tetapi dari hati yang ada di balik itu&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja&lt;br /&gt;Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan&lt;br /&gt;Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika-liku kehidupan&lt;br /&gt;Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya ia membaca Qur’an&lt;br /&gt;Tetapi dari konsistennya dia menjalani apa yang ia baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia kembali bertanya&lt;br /&gt;“siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu?”&lt;br /&gt;sang ibu memberi buku, dan berkata, “pelajari tentang dia’&lt;br /&gt;Ia pun mengambil buku itu, “MUHAMMAD” judul yang tertulis di buku itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111658151735171612?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111658151735171612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111658151735171612&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111658151735171612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111658151735171612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/mommy-tell-me-about-true-ikhwan.html' title='MOMMY, TELL ME ABOUT THE TRUE IKHWAN'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111658085981627261</id><published>2005-05-20T16:19:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T16:20:59.820+07:00</updated><title type='text'>Nasihat untuk para Calon</title><content type='html'>Untuk (Calon) Suamiku ....&lt;br /&gt;Pernikahan atau perkawinan,&lt;br /&gt;Menyingkap tabir rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang kamu nikahi,&lt;br /&gt;Tidaklah semulia Khadijah,&lt;br /&gt;Tidaklah setaqwa Aisyah,&lt;br /&gt;Pun tidak setabah Fatimah&lt;br /&gt;Apalagi secantik Zulaikha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru Istrimu hanyalah wanita akhir zaman,&lt;br /&gt;Yang punya cita-cita,&lt;br /&gt;Menjadi solehah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan atau perkawinan,&lt;br /&gt;Mengajar kita kewajiban bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,&lt;br /&gt;Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,&lt;br /&gt;Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,&lt;br /&gt;Istri adalah murid, kamu mursyidnya,&lt;br /&gt;Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,&lt;br /&gt;Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,&lt;br /&gt;Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan atau perkawinan,&lt;br /&gt;Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,&lt;br /&gt;! Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,&lt;br /&gt;justru kamu akan tersentak dari alpa,&lt;br /&gt;Kamu bukanlah Rasulullah,&lt;br /&gt;Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,&lt;br /&gt;Cuma suami akhir zaman,&lt;br /&gt;Yang berusaha menjadi soleh...&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukku (Calon) Istrimu....&lt;br /&gt;Pernikahan atau perkawinan,&lt;br /&gt;Membuka tabir rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang menikahi kamu,&lt;br /&gt;Tidaklah semulia Muhammad SAW,&lt;br /&gt;Tidaklah setaqwa Ibrahim A.S,&lt;br /&gt;Pun tidak setabah Ayyub A.S,&lt;br /&gt;Atau pun segagah Musa A.S,&lt;br /&gt;Apalagi setampan Yusuf A.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,&lt;br /&gt;yang punya cita-cita,&lt;br /&gt;Membangun keturunan yang soleh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan atau perkawinan,&lt;br /&gt;Mengajar kita kewajiban bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,&lt;br /&gt;Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,&lt;br /&gt;Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,&lt;br /&gt;Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati a! nggur singgasananya,&lt;br /&gt;Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,&lt;br /&gt;Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan ataupun Perkawinan,&lt;br /&gt;Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,&lt;br /&gt;Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memiliki suami yang tak segagah mana,&lt;br /&gt;Justru Kamu akan tersentak dari alpa,&lt;br /&gt;Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,&lt;br /&gt;Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111658085981627261?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111658085981627261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111658085981627261&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111658085981627261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111658085981627261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/nasihat-untuk-para-calon.html' title='Nasihat untuk para Calon'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111656994411548023</id><published>2005-05-20T13:13:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T13:19:04.126+07:00</updated><title type='text'>MENARIK BENANG MERAH INSTITUSI ZAKAT MALAYSIA – INDONESIA, DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Oleh Dewi Mar’atusshalihah AR&lt;br /&gt;Yayasan Jakarta International Muslim Society (Y-JIMS)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:Shaliha81@yahoo.com/"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Shaliha81@yahoo.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:info@jimsfoundation.com"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;info@jimsfoundation.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk Dompet Dhuafa Republika Journal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Potret Singkat Kemiskinan Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penduduk dikategorikan miskin jika memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan. Headcount Index merupakan ukuran persentase jumlah penduduk miskin terhadap jumlah penduduk total di suatu wilayah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dari 6 milyar penduduk bumi sekitar 1,2 milyar berpenghasilan kurang dari satu dolar setiap harinya, atau dengan kata lain hidup dalam kemiskinan absolut. Sedangkan 2,8 milyar orang memiliki penghasilan kurang dari 2 dolar perhari. Artinya, sekitar 4 milyar penduduk bumi hidup dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Oleh karena itu, tahun 1997-2006 dicanangkan sebagai dasawarsa pertama program pengentasan kemiskinan oleh PBB. Pembahasan mengenai pengentasan kemiskinan juga dikemukakan pada Sidang Umum AIPO Ke-23 di Hanoi, Vietnam, 2002 lalu. Dan bahkan pada bulan April yang baru lalu, Konferensi Asia Afrika mengangkat tema kemiskinan sebagai tantangan utama negara-negara Asia Afrika.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebelum Indonesia terperosok ke dalam krisis ekonomi, jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan "hanya" 22,5 juta. Lalu krisis ekonomi yang melanda sebagian negara-negara di Asia, khususnya Indonesia pada pertengahan tahun 1997, memperparah kondisi ini yang menyebabkan lonjakan kemiskinan. Menurut BPS, angka kemiskinan setelah krisis ekonomi membengkak menjadi 78,9 juta orang. Kita tak perlu berdebat mengenai angka kemiskinan mana yang valid dalam mengukur kemiskinan d Indonesia, namun yang jelas angka-angka itu sangatlah mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagai potret kaum miskin di Indonesia, di perkotaan dapat dijumpai dalam bentuk pemukiman kumuh, premanisme, anak jalanan, pekerja anak, pengemis, dan tuna wisma. Sedangkan dalam pelosok pedesaan masih banyak yang tinggal di pegunungan yang sulit ditempuh dengan kendaraan, kehidupan bergantung pada alam, pengangguran, perumahan liar dan gubuk, tidak adanya sarana pendidikan dan kesehatan, masalah kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Sehingga masih banyak yang pengeluaran per kapita sebulannya di bawah Rp 30.000,00. Bahkan menurut laporan Survei Sosial Ekonomi Nasional 1996 dalam buku "Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia 1996" yang dipublikasikan Biro Pusat Statistik sebanyak 272.198 orang berada dalam keadaan paling mengkhawatirkan dan terancam kelaparan, dengan pengeluaran per kapitanya di bawah Rp 15.000,00 sebulan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang paling menakutkan dari permasalahan ini bukanlah kemiskinan itu sendiri, melainkan imbasnya yang menimbulkan efek bola salju yang sangat kuat. Diantaranya adalah berpengaruh pada lemahnya pendidikan, penurunan taraf kesehatan, peningkatan kriminalitas, merajalelanya prostitusi, dan problem-problem sosial lainnya. Ini dibuktikan dengan survey yang dilakukan oleh The political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Hongkong, Indonesia berada pada peringkat ke dua belas di bawah Vietnam dalam hal kemanan. Juga berdasarkan laporan Human Development Report tahun 2003 UNDP Peringkat kualitas SDM (Human Development Index/HDI) Indonesia berada diurutan 111, jauh di bawah Filipina (83), Thailand (76), Malaysia (59), Brunei Darussalam (33), Korea Selatan (28) dan Singapura (25). Bahkan dibawah Sri Langka, Algeria yang secara ekonomi tingkat pembangunannya masih di bawah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemiskinan adalah problema sosial yang selalu ada pada setiap masyarakat. Kemiskinan secara jelas menjadikan orang mudah dipengaruhi oleh usaha provokatif untuk berbuat sesuatu yang tidak baik. Kemiskinan bahkan membuka peluang untuk jatuh ke lembah kemurtadan. Tak mengherankan jika dalam literatur agama terdapat ungkapan "hampir saja kefakiran itu menjadi kekufuran" (Kaadal Fakru An Yakuuna Kufron). Ironisnya, kaum mayoritas Islamlah yang berada pada posisi ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Potensi Zakat dalam Mengurangi Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rasulullah SAW bersabda "Islam dibangun atas lima rukun; syahadat tiada tuhan selain Allah dan Muhammad saw utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan shaum ramadhan".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Zakat sebagai pondasi Islam yang ketiga, keberadaannya merupakan bagian mutlak dari ajaran Islam dan bukan hanya menjadi ibadah individu seorang muslim, namun merupakan ibadah Maaliyah Ijtimaiyyah. Ini menunjukkan bahwa zakat memiliki posisi yang sangat penting, strategis dan menentukan, baik dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan ummat. Zakat menyangkut dua dimensi sekaligus, yaitu habluminallah dan habluminannas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Zakat bisa dijadikan pondasi untuk membangun ekonomi umat sehingga dapat membentuk equilibrium sosial dan equilibrium ekonomi dan sekaligus menciptakan kesejahteraan dan keamanan. Karna zakat dapat menghasilkan multiplier effect bagi ekonomi secara umum, serta adanya hubungan timbal balik yang menguntungkan antara the have dan the have not, si kaya dan si miskin. Zakat diambil dari golongan kaya dan diberikan kepada golongan miskin, berarti menimbulkan pengalihan sumber-sumber tertentu yang bersifat ekonomis dan akhirnya mustahik dapat menggunakannya untuk memproduksi atau menkonsumsi, ini berakibat menyeimbangkan ekonomi dan menipiskan jurang kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Potensi zakat Indonesia, bila dihitung diatas kertas, sesungguhnya sangatlah besar. Bahkan sebuah penelitian memperkirakan potensi zakat di Indonesia sebesar Rp. 7,5 triliun (RM 3,13 milyar). Namun, dalam kenyataannya, dana zakat, infak, shadaqah serta wakaf (ZISWAF) yang telah berhasil dihimpun oleh Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) hanya sekitar Rp. 200 milyar (RM 83,3juta) pertahun, atau baru mencapai 2,67 persen dari target potensi yang ada. Jumlah yang masih begitu kecil dibanding dari potensi seharusnya. Pasti terdapat beberapa hal yang melatar belakangi faktor ini, apakah dari pengelolaan zakatnya, kesadaran masyarakatnya, atau faktor lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau potensi zakat itu dapat digali secara maksimal, dan dikoordinir secara intensif dan dikelola dengan baik agar lebih produktif maka akan dapat mengangkat kesejahteraan delapan asnaf mustahik zakat. Karna bagaimanapun, peran zakat dalam mengurangi kemiskinan sudah bisa dilihat dan dirasakan oleh sebagian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perlembagaan Zakat di Malaysia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Malaysia, sebuah negara berkembang yang berbentuk kerajaan dengan 13 negeri bagian dan satu wilayah persekutuan, merupakan negara bermasyarakat majemuk yang terdiri dari Melayu, China dan India dengan total populasi 25.05 juta. Sedangkan persentase muslim disana adalah 61% atau sekitar 15.6 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Pusat Pungutan Zakat Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (PPZ-MAIWP), sebuah institusi zakat milik pemerintah Malaysia, yang dirintis pada awal tahun 1990-an, kini menjadi institusi zakat terdepan yang menjadi percontohan institusi zakat lainnya. Tepat pada tanggal 28 April lalu, institusi zakat yang dipimpin oleh Tn Mohd Rais Haji Alias ini, merayakan kesyukuran ulang tahun kelima belasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan ditangani secara profesional dan menggunakan perangkat komputer SiZA (Sistem integrasi Zakat) secara online dan dijalankan dengan manajemen korporat atau bagai BUMN semi otonom. Sistem ini membawa angin segar pada pembaruan sistem zakat di Malaysia, dan akhirnya dapat diadopsi oleh institusi zakat di berbagai negeri bagian lain di Malaysia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korporasi ini dilakukan untuk tujuan penanganan yang lebih profesional dengan cara memotong birokrasi pemerintah dan fokus pada hasil penghimpunan dana dengan pendekatan fokus pada nasabah. Berbagai latihan dan peningkatan kwalitas selalu menjadi prioritas dengan mewujudkan suasana "learning organization" di lingkungan kantor. Sehingga tidak mengherankan bila akhirnya dapat pengakuan standar ISO 9001 2000 sebagai bukti mendapatkan "public trust" atau kepuasan pelanggan, dalam artian muzaki. Sehingga moto yang diterapkan pun adalah "PPZ Memudahkan Anda Menunaikan Kewajipan Berzakat", sebagai bukti kesungguhan penanganan customer care.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh PPZ dalam pembayaran zakat berupa penyediaan beberapa cabang kaunter zakat, pembayaran zakat melalui potongan gaji langsung di perusahaan, pembayaran zakat melalui pos atau bank, phone banking, internet banking, serta dengan kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan ini tentunya bukan hanya berdasar pada manajemen internal PPZ saja, namun pastinya juga dipengaruhi oleh kondisi dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, serta kestabilan politik, sehingga berimplikasi pada kemampuan untuk memaksimalkan penggalangan potensi zakat yang optimal. Political Will Malaysia memberi chanel-chanel kemudahan pada dunia perzakatan berupa tax rebate hingga 100% bagi zakat harta perseorangan, dan potongan pajak 2,5% dari Aggregat Income sebuah perusahaan bagi zakat perniagaan. Kebijakan pemerintah yang mendukung ini memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat untuk menunaikan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, masyarakat membayar zakat bukan hanya semata-mata karena enforcement pemerintah saja, tapi juga merupakan geliat kesadaran masyarakat setelah tanpa lelah dilakukan sosialisasi dan promosi penerangan zakat secara detail dan terperinci melalui berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyadaran zakat yang dilakukan oleh PPZ selama ini kepada masyarakat ternyata membuahkan hasil. Semenjak didirikan, PPZ mampu menggali secara optimal potensi zakat yang ada di Malaysia. Dari 1990-an hingga 2005 ini dana zakat yang terkumpul dari masyarakat semakin hari semakin banyak jumlahnya (kecuali 1998 dan 1999, mengalami penurunan akibat krisis ekonomi di Asia), bahkan yang terakhir, tahun 2004 lalu, di Kuala Lumpur saja telah terkumpul RM 110,6 juta (Rp. 265,5 juta) padahal populasi muslimnya cuma 920.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ekonomi Malaysia yang baik, dengan pertumbuhan GDP diramalkan 5,8% pada tahun 2005 ini, juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggalangan dana zakat, karna semakin banyak golongan yang menjadi kategori muzaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lazimnya Lembaga Pungutan Zakat terdiri dari tiga pilar utama, yaitu penghimpunan dana, manajemen dana serta pendayagunaan dana zakat. Ketiga pilar ini saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Namun sistem perzakatan di kebanyakan negeri bagian Malaysia, termasuk juga di Wilayah Persekutuan (Federal Territory) Kuala Lumpur berbeda. Yang ditangani secara korporat hanyalah sistem penggalangan dananya, yaitu yang selama ini dikelola oleh PPZ, sedangkan pendayagunaannya ditangani oleh badan kerajaan lain, yaitu Baitul Maal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hasil penggalangan dana zakat yang telah dihimpun oleh PPZ akan langsung diberikan ke Baitul Maal, dan PPZ mendapatkan beberapa persen upah amil untuk segala biaya operasional atau management fee, termasuk promosi, gaji staf, fasilitas kantor dan lain sebagainya. Dari upah amil itu, PPZ juga masih menyisihkan untuk beberapa aktivitas sosial seperti Skuad Bantuan Kecemasan, Pusat Rawatan Dialisis, Tabung Anak Yatim Aceh dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian tugas ini menjadikan kemudahan bagi PPZ untuk fokus pada target pencapaian dana, dan tidak terbebani pada proses pembagian ke mustahik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan tugas sebagai pemungut zakat, PPZ mengusung wawasan berupa keyakinan untuk menjadi sebuah institusi zakat yang unggul dan menjadi salah satu teras sosio-ekonomi umat Islam berlandaskan pelayanan yang berkualitas, korporat yang mantap dan berdaya maju, penggunaan teknologi terkini, penggemblengan dan pembangunan SDM, dan jalinan hubungan erat dengan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sistem kerja yang dibangun dalam PPZ adalah amil yang berbentuk pasukan yang kukuh, yang difokuskan pada dua bagian besar, yaitu bagian operasi dan bagian administrasi. Bagian operasi merupakan bagian yang menjalankan tugas pemungutan zakat serta menyampaikan dakwah bagi meningkatkan kesadaran berzakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melancarkan dakwah (promosi) zakat, bagian operasi terbagi menjadi beberapa unit sebagai mata tombak dakwah, yaitu unit dakwah zakat, unit zakat perniagaan, unit potongan gaji dan operasi internal, unit komunikasi korporat, unit khidmat kaunter, unit syariah dan penerangan khas, unit prospek dan susulan, unit tindakan khas, serta unit penyelidikan dan perancangan strategi. Bagian ini bekerja dengan target sasaran jumlah kutipan yang sudah dipatok pada awal tahun untuk masing-masing unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing unit tersebut menjalankan aktivitas berupa ceramah, khutbah di masjid-masjid, temujanji, bantuan taksiran zakat, kutipan kelompok, mailing prospek, mailing reminder, pelayanan kaunter, publikasi di berbagai media, dan program pencarian pangsa pasar baru yang dinamakan jejak zakat. Aktivitas yang dijalankan masing-masing unit hampir sama, namun mad’u atau objek dakwahnya yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teamwork amil ini, akhirnya target-target penggalangan dana dapat dikumpulkan dengan maksimal, hampir 85% seluruh penduduk Wilayah Persekutuan telah membayar zakat. Dan akhirnya, pada 2004 lalu dapat dikumpulkan sejumlah RM 473,3 juta atau sekitar Rp. 1.14 triliun dari seluruh Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini walau perzakatan Malaysia masih dibawah tanggung jawab masing-masing negeri bagian, namun pernah juga digulirkan isu untuk pembentukan Lembaga Urusan Zakat Malaysia (LUZAM) untuk pengurusan zakat tingkat nasional. Untuk menuju kearah itu, telah di bentuk Jabatan Wakaf, Zakat dan Haji yang berada dibawah Jabatan Perdana Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Menarik Benang Merah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari dua bentuk sistem perzakatan antara Malaysia dan Indonesia, bisa ditarik kesimpulan bahwa memang sangat berbeda. Perzakatan Malaysia berbentuk sentralistik dan monopoli pemerintah pada setiap negeri bagian, tidak ada lembaga ataupun instansi lain yang mendapat legalitas penggalangan dana, selain badan pemerintah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hukum yang mendasarinya berupa enakmen-enakmen yang berbeda pada masing-masing negeri bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendekatan promosi yang dilakukan bukan ‘menjual’ program distribusi zakat, namun lebih pada menggugah kesadaran kewajiban atas pelaksanaan zakat, baik atas individu ataupun perusahaan. Pem-fokusan lembaga zakat yang hanya menangani penghimpunan dana saja, memudahkan lembaga zakat untuk konsentrasi pada peningkatan capaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian kekuatan dana yang besar ini, bila diimbangi dengan manfaat yang besar atas dana zakat, dengan memberi kesempatan akses info bantuan sebesar-besarnya untuk mustahik, maka tidak diragukan lagi, akan menjadi kekuatan besar dan agen asset reform mengatasi kesulitan yang dihadapi fakir-miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan zakat dilakukan oleh Jabatan Wakaf, Zakat dan Haji yang berada dibawah Jabatan Perdana Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Indonesia penggalangan dana zakat belum dilakukan secara massif dan terkoordinir keseluruhan, masih dijalankan secara parsial oleh masing-masing lembaga. Penggalangan dana zakat dilakukan oleh lembaga zakat baik yang dibentuk pemerintah maupun yang tumbuh dari kepedulian masyarakat, juga banyak institusi yang menggunakan dana zakat namun tidak mengusung nama BAZ/LAZ. Sehingga menjamurlah pengelola zakat di tanah air ini, terjadi booming LPZ dengan berbagai kepentingan yang melatarbelakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian oleh PIRAC, diungkapkan bahwa BAZIS tingkat kabupaten telah berjumlah 277 buah, tingkat kecamatan berjumlah 3.160 buah, sedangkan tingkat desa/kelurahan sebanyak 38.117 buah. Belum lagi penggalangan zakat yang dilakukan oleh LAZIS (lembaga zakat milik masyarakat yang dikukuhkan, dibina, dan dilindungi oleh pemerintah, dan memenuhi persyaratan Menteri Agama). Media massa, lembaga sosial dan berbagai perusahaan pun ikut menyemarakkan penggalangan dana masyarakat baik berbentuk zakat maupun sumbangan tak mengikat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya lembaga zakat bukan berarti menjadi persaingan tak sehat, namun ini membuktikan kepedulian yang amat besar kepada kondisi kemiskinan di Indonesia. Namun, walau begitu, memang harus diwaspadai booming LPZ ini jangan sampai justru memudarkan kepercayaan masyarakat apabila dikelola secara amatir dan tidak profesional. Masing-masing LPZ harus mampu mengemban niat awal membantu mustahik, jangan sampai dana operasional melebihi jatah amil yang ditetapkan. LPZ juga harus mampu mengusung benchmarking masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan promosi penggalangan dana oleh lembaga zakat di Indonesia lebih sering digunakan akan manfaat dana zakat untuk mustahik, dengan ‘menjual’ produk pemberdayaan umat, walaupun tidak menafikan juga akan seruan asal atas kewajiban untuk berzakat dan harapan akan pahala yang berlipat ganda bagi muzaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendayagunaan zakat juga pasti dilakukan sendiri oleh lembaga zakat tersebut, jadi memang tiga pilar penghimpunan, pengelolaan dan pendistribusian dikelola dalam ‘satu atap’ LPZ. Dan ketiganya menjadi saling berkaitan, dana dihimpun untuk akhirnya dikelola dan didistribusikan, begitu juga sebaliknya, program distribusi zakat menjadi produk dan ‘bahan promosi’ penggalangan dana zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya dana yang dapat dihimpun masing-masing lembaga pun tergantung pada dasarnya tergantung public trust, dan juga terobosan baru dan inovasi program pendayagunaan yang dilakukan oleh lembaga untuk mengembangkan asas manfaat sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendistribusian zakat kini tidak lagi dilakukan secara konvensional maupun sekedar charity yang dibagikan dan bersifat konsumtif langsung habis, tapi lebih kepada pembangunan asset untuk memberdayakan asnaf, investasi jangka panjang mewujudkan social equity, dan memberi empowerment pada dhuafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan selain memang sudah timbul dalam masing-masing amil, juga diperkuat dengan Dewan Syariah pada masing-masing lembaga untuk mengantisipasi penyimpangan lembaga zakat. Dewan syariah ini berkedudukan diatas pimpinan lembaga zakat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negara sekuler yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45, ini menjadi faktor kendala pengelolaan zakat di Indonesia. Selain itu kesadaran dan pengetahuan akan zakat bagi masyarakat masih amat minim. Muzaki yang tak mengeluarkan zakat jumlahnya lebih besar ketimbang yang menunaikan zakat. Pemahaman tentang kewajiban zakat pun hanya sekedar zakat fitrah saja, ataupun bila zakat harta hanyalah petani dan peternak saja yang wajib menunaikannya. Padahal kewajiban zakat tidak pada harta itu saja, namun juga zakat profesi, perniagaan, saham dan lainnya. Promosi dan pendidikan kepada umat untuk menanamkan kesadaran dan kepekaan atas kewajiban berzakat, perlulah untuk terus ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lain adalah kebiasaan muzaki yang langsung memberikan kepada mustahik tanpa melalui amil atau lembaga pengelola zakat. Zakat bila dapat dikumpulkan secara massal dapat membangun kekuatan asset penanggulangan kemiskinan global. Maka kebiasaan muzaki mengelola langsung tanpa amil ini harus ditanggulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketidak tahuan muzaki akan kemanakah ia menyalurkan dananya juga menjadi salah satu problem. Sekali lagi, ini memerlukan promosi dan pengenalan kepada muzaki atas LPZ dan sistem manajemennya yang integratif, serta peningkatan pelayanan kemudahan muzaki untuk menyalurkan zakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, alur yang harus dilalui berupa proses penyadaran masyarakat akan kewajiban zakat, memberi saluran kemudahan menunaikan zakat bagi muzaki, mendistribusikannya kepada mustahik dengan program tepat sasaran, serta keprofesionalan lembaga pengelola.&lt;br /&gt;Indonesia yang merupakan negara kaya sumber daya alam, dan dihuni 88% umat Islam, sekalipun bukan negara Islam, tetaplah dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sepatutnya lah untuk bangun membina kekuatan zakat, mengangkat taraf mustahik jadi muzaki, mengentaskan problem kemiskinan sesama, mewujudkan kesejahteraan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat begitu besarnya potensi zakat yang dapat dituai dan ditunaikan di negeri ini, sehingga harapan terciptanya kesejahteraan sosial masyarakat dan membantu sektor fiskal memulihkan ekonomi tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sistem perzakatan di Indonesia dan Malaysia berbeda, dengan perbedaan latar belakang kondisi negara juga. Namun, bagaimanapun juga penanganan zakat baik di Malaysia maupun Indonesia, bila ditangani secara profesional dan ber-amanah, maka dana zakat akan mempunyai peranan dan kedudukan yang besar dalam pengembangan sosio-ekonomi umat Islam, dan menjadi agent of social change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masa yang terbaik umat Islam membuktikan institusi agama adalah yang terbaik berbanding institusi lain. Membuktikan bahwa Islam benar-benar way of life untuk seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah, berpandukan dari pengalaman penulis mengikuti kegiatan PPZ selama tiga bulan, dan bertepatan pada perayaan ulangtahunnya yang ke lima belas, maka akan disusun sebuah manuskrip tentang sejarah kemajuan PPZ yang menjadi pioneer dalam perkembangan institusi zakat di Malaysia, dan bahkan menjadi lembaga zakat termodern di Asia. Juga sebuah penelitian perbandingan sistem zakat dikedua negara. InsyaAllah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;em&gt;Penulis adalah perwakilan Yayasan Jakarta International Muslim Society (Y-JIMS) yang sedang menjalani pelatihan di Pusat Pungutan Zakat (PPZ) Malaysia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo" align="right"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111656994411548023?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111656994411548023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111656994411548023&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111656994411548023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111656994411548023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/menarik-benang-merah-institusi-zakat.html' title='MENARIK BENANG MERAH INSTITUSI ZAKAT MALAYSIA – INDONESIA, DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111631856961431514</id><published>2005-05-17T15:29:00.000+07:00</published><updated>2005-05-17T15:29:29.616+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/166/5817/640/Dg%20Tamu%20UMY%20dan%20Tn%20Rais%20Ilyas1.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/166/5817/200/Dg%20Tamu%20UMY%20dan%20Tn%20Rais%20Ilyas1.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersama Pengurus Besar PPZ dan Rombongan Tamu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111631856961431514?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111631856961431514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111631856961431514&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111631856961431514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111631856961431514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/bersama-pengurus-besar-ppz-dan.html' title=''/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111629876456393655</id><published>2005-05-17T09:55:00.000+07:00</published><updated>2005-05-17T09:59:24.573+07:00</updated><title type='text'>Cerminan Manusia Ideal</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;br /&gt;KESEIMBANGAN FIKIR, ZIKIR DAN AMAL; CERMINAN MANUSIA IDEAL&lt;br /&gt;Oleh: Dewi Mar'atusshalihah, S.Hi *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya dalam terciptanya langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, semua itu ialah tanda (ayat) bagi orang yang berakal" (ulul albab)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sesungguhnya manusia? Pertanyaan itu merupakan pertanyaan abadi bagi manusia yang mencari jati dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mutiara hikmah Arab dinyatakan bahwa man 'arafa nafsahu faqad 'arafa Rabbahu (Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengetahui Tuhannya), Al-Qur'an pun dengan tegas memperingatkan manusia untuk selalu berfikir, terutama tentang dirinya. 'Wa fī anfusikum afala tubshirūn (dan terhadap dirimu apakah tidak kau selidiki?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah berusaha dijawab, namun jawaban-jawaban itu akan terus berkembang karna manusia belum menemukan jawaban seutuhnya, karna manusia adalah makhluk yang multi dimensi. Makhluk yang dapat dikaji dari berbagai segi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan soal manusia seolah tanpa batas, bisa dipahami dari berbagai pendekatan,&lt;br /&gt;seperti pendekatan materialisme, idealisme, antropologis, sosiologis, psikologis, teologis dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam pendekatan teologis, manusia dipandang menggunakan Al-Qur'an yang membahas manusia secara holistic (menyeluruh) menyangkut berbagai aspek, baik dari materi, tujuan, fungsi penciptaan, pandangan hidup, kebaikan dan keburukan, serta ikhtiar dan takdir manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diciptakan Allah bukan tanpa tujuan, tanpa ukuran dan bukan sia-sia. Allah menciptakan manusia dengan tujuan agar manusia menjadi khalifah di bumi dan agar menjadi hamba Allah yang mengabdi kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi beserta seluruh isinya diciptakan oleh Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia, sebagai rasa kasih sayang Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai khalifah di bumi berarti manusia melakukan fungsinya mengatur kehidupan dalam berbagai bidang dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan mengikuti peraturan-peraturan yang telah digariskan oleh Sang Pemberi Mandat. Jika aturan itu ditaati, maka kehidupan di dunia akan harmonis, sebaliknya jika kehidupan di bumi diatur oleh orang-orang yang mengingkari aturan, maka konflik-konflik akan terus muncul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, manusia sebagai hamba Allah harus menjalankan fungsinya sebagai Abdullah, senantiasa beribadah kepada Allah. Menjalankan ibadah itu bukan hanya di masjid ketika shalat, tetapi melaksanakan segala pekerjaan asal dengan niatan yang tulus tentu dapat dinilai sebagai sebuah ibadah. Segala aktifitas dilakukan dengan niat karena Allah, dengan mengikuti aturan Allah, dengan mencontoh Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah, dan dipenuhi dengan rasa cinta dan takwa kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, pada kenyataannya, banyak manusia yang menghambakan diri (menyembah) kepada selain Allah, seperti kepada hawa nafsu, uang, harta, jabatan, status, ilmu, teknologi, atasan dan sebagainya. Mereka mencurahkan dengan sepenuh rasa cinta dan takut kepada selain Allah tersebut, sehingga lupa fungsi kemanusiaannya sebagai hamba Allah.&lt;br /&gt;Insan ulul albab; karakter muslim ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulul albab adalah salah satu karakteristik ideal seorang muslim. Kata itu disebutkan 16 kali dalam al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulul albab berasal dari dua kata, yaitu ulu yang berarti memiliki dan al-albab adalah bentuk jamak dari al-lubb, yang artinya otak atau pikiran. Dengan demikian ulul albab berarti orang yang mempunyai otak yang berlapis-lapis sekaligus perasaan yang dalam, atau orang yang memiliki berbagai kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Ali 'Imran ayat 191 menyebutkan "Yaitu orang-orang yang mengingat-ingat Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring diatas lambung mereka. Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (lalu mengambil kesimpulan): Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan itu semua dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Selamatkan kami dari siksa neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari surat Ali Imran ayat 190:&lt;br /&gt;Sesungguhnya, dalam terciptanya langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, semua itu adalah tanda (ayat) bagi orang yang berakal (ulul albab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut, timbul konsep tentang dzikir dan fikir. Ayat ini mengatakan bahwa orang yang mempunyai akal, akan melihat seluruh gejala langit dan bumi yang tercipta sebagai gejala ontologis yang perlu difikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berfikir pasti mengambil I'tibar dari gejala alam dan akan melakukan sesuatu, misalnya membuat saluran irigasi, bendungan untuk mendistribusikan air hujan ke daerah-daerah yang akan ditanami. Seorang yang mempunyai kualitas ulul albab bisa berkembang menjadi ahli tehnik, botanikus, atau petani biasa yang bisa memanfaatkan sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak berhenti disitu saja, seorang ulul albab akan merenung juga bahwa semua itu mempunyai masa hidup tertentu, lalu akan layu dan kemudian mati. Disini ia akan melakukan transendensi, berfikir lebih jauh tentang hakikat hidup, karena proses berfikir dengan segala derifasinya, teknologi, sains, peradaban dan lain sebagainya, tidak akan bermakna dihadapan Allah kecuali disesuaikan dengan aturan-aturan penggunaannya dalam al-Qur'an yang telah ditetapkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah fikir dan dzikir ini keduanya tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Karena perpaduan antara aspek fikir dan aspek dzikir inilah yang merupakan formasi satu karakter insan ulul albab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulul albab tidak hanya berfikir tentang alam fisik dan berdzikir saja, melainkan juga dengan amal konkritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan pengetahuan saja tidaklah cukup untuk membuat seseorang mendapat kualifikasi sebagai ulul albab. Ia juga harus seorang yang punya keterikatan moral, memiliki komitmen sosial dan melaksanakan sesuatu dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia ideal bukanlah hanya seseorang yang mempunyai kesalehan individual yang berkaitan dengan ibadah mahdhah, yaitu hubungan dia sebagai makhluk dengan Sang Maha Penciptanya. Dengan rajin shalat, puasa dan ibadah ritual lainnya saja. Keberagamaan bukan untuk kepentingan diri sendiri yang egoistik, memikirkan pahala diri sendiri. Namun manusia ideal adalah yang mempunyai kesalehan sosial yang berkaitan dengan ibadah muamalah yang mengatur hubungan makhluk Allah dengan mahluk lainnya. Hal ini terlihat dengan mengaktualisasikan kesalehannya kedalam kehidupan sosial dengan amal konkritnya, mungkin berupa membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan, menghasilkan kebaikan, perdamaian, keadilan dan tentunya kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia ideal tidak akan tinggal diam ketika bangsanya ada pada posisi puncak dalam masalah korupsi. Kemiskinan makin terasa dan makin meluas. Hukum tidak ditegakkan. Anak muda makin terseret jauh dalam penggunaan narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya. Dia akan mempunyai daya sentuh, daya gugah serta daya ubah terhadap sikap dan perilaku masyarakat yang melenceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, muslim ideal adalah orang yang memiliki misi dan komitmen terhadap perubahan sosial dan memiliki keberanian moral untuk membela dan mempertahankan kebenaran dan keadilan, juga merupakan orang yang mempunyai kepekaan, sikap kritis, dan tanggungjawab sosial untuk bertindak demi kebaikan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuan fikirnya, ia selalu mencoba untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya. Ia sadar hanya dengan ilmu itulah Allah akan meninggikan derajatnya diantara orang-orang yang beriman. Dengan ditunjang kekuatan dzikirnya kepada Allah, dalam hidup ini ia sadar bahwa tidak pantas baginya sombong dengan ilmu yang dimilikinya, karena semua itu milik Allah. Selain itu seorang muslim adalah delegasi Allah, yaitu sebagai khalifah-Nya di bumi, untuk mengatur dan menjaga kelestarian alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim ideal bukanlah orang yang bergantung di atas angin atau tinggal di menara gading. Muslim ideal adalah orang yang sering terdorong untuk mengotori tangannya dengan kegiatan konkrit kemasyarakatan. Dimanapun berada, ia selalu mempergunakan ilmunya dengan berpedoman kepada kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kita jumpai orang-orang yang mempunyai kualitas tinggi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sulit. Tetapi diantara yang sulit tersebut kita temukan tokoh para Rasul dan Nabi, terutama yang disebutkan dalam surat Al-Ahqaf sebagai Ulul azmi; yang memiliki keteguhan hati dan mampu mengambil keputusan dengan segala resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, dengan menjalankan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam Al-Qur'an itu, maka orang-orang biasapun bisa mencapai kualitas ulul albab. Jika tidak, mengapa kata tersebut disebut dalam Al-Qur'an sebanyak 16 kali, kalau tidak untuk diteladani dan dicapai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah bersama berlomba-lomba mencapainya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah relawan pada Yayasan Jakarta International Muslim Society (Y-JIMS)&lt;br /&gt;Tuhanku, ku ingin menjadi ciri-ciri manusa ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love, keep and guide me, my Allah!!!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111629876456393655?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111629876456393655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111629876456393655&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111629876456393655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111629876456393655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/cerminan-manusia-ideal.html' title='Cerminan Manusia Ideal'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12885038.post-111621910475640675</id><published>2005-05-16T11:48:00.000+07:00</published><updated>2005-05-16T11:51:44.763+07:00</updated><title type='text'>Tak kuragukan keadilan-Mu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;TAK KURAGUKAN KEADILAN-MU&lt;br /&gt;Oleh : Dea Shaliha MS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Pagi belum lagi tiba, bahkan fajar pun belum menggantikan langit sisa semalam. Segera ku bangun mendahului ayam jantan yang biasa bertugas memulai hari, bahkan jauh lebih dulu dari petugas masjid sebelum ia membangunkan orang untuk sholat subuh. Aku sudah harus menggigil kedinginan bergumul dengan air kamar mandi. Pagi ini, pagi kemarin dan pagi seterusnya tetap begitu agar tak terlambat sampai kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur jika masih tersisa bangku kosong agar dapat sedikit menuntaskan lelah dan kantuk yang tertunda sejak semalam. Lumayan untuk mengumpulkan energi agar nampak lebih segar mengikuti perkuliahan tanpa menguap. Tapi nyatanya, tak semua yang kita bayangkan akan menjadi kenyataan karena aku lebih sering mendapati bus dalam keadaan sesak penuh bahkan sebelum bus beranjak. Maka dimulailah hari demi hari, dan setiap hari dengan berhimpit, berdesak, dan menahan panas, pengap, juga bau keringat puluhan orang ditengah macet Jakarta di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri selama tidak kurang satu jam , dengan mata terus awas terhadap gangguan tangan jahil. Kalau pun mendapatkan tempat duduk, biasanya tak bisa menikmati dengan bebas karena biasanya baru beberapa menit saja harus tergantikan oleh wanita hamil, ibu yang menggendong anaknya, atau mereka yang lanjut usia dan cacat.&lt;br /&gt;Begitulah aku mengawali pagi. Setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore. Setelah seharian berkutat dengan tugas-tugas kampus dan organisasiku, hampir sama episode yang berlangsung setiap sore dan malam. Adzan maghrib berkumandang sementara bus belum juga tiba, segera kucari masjid untuk menghadap-Nya. Usai sholat maghrib berlari kembali, ternyata bus baru saja lewat dan aku harus menunggu bus berikutnya seperempat hingga setengah jam ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan suasana yang tak jauh berbeda dengan pagi hari. Berhimpit, berdesak dan menahan keseimbangan, juga berpeluh di tengah kerumunan puluhan orang. Bedanya, aromanya jelas tidak senyaman pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek, ngantuk, laper dan pusiiing?Menumpuk menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah aku setiap hari, walau aku harus pulang-pergi Bogor-Ciputat, berdesak-desakan di mobil, bau keringat dan polusi kendaraan bercampur menjadi satu, tetap akan kujalani dengan hati gembira. Yap? semua kulakukan untuk mengejar impianku. Sarjana Ekonomi…&lt;br /&gt;* * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun yang lalu, Acara pelepasan alumni dan penganugerahan siswa teladan tingkat kabupaten di sekolahku telah merubah pola pikirku merencanakan jalan hidup.&lt;br /&gt;Saat itu aku sudah menyerah untuk tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi karna menyadari kondisi ekonomi keluargaku. Ku putuskan untuk mengikuti jejak teman-teman sekampungku untuk bekerja mengadu nasib di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebuah pengumuman dan panggilan pembawa acara malam itu merubah semua tekadku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juara Umum Lulusan Periode 2002-2003 Sekolah Menengah Atas se-Daerah Tingkat II Bogor ……….., Syarifah Azizah kami persilahkan maju ke panggung !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku seakan berhenti berdenyut. Benarkah ini. Aku……………seorang anak petani di kampung harus naik ke panggung di depan tatapan beribu-ribu pasang mata para siswa, wali murid, jajaran pejabat PEMDA, serta para tamu undangan dan bahkan Menteri Agama yang hadir saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakiku melangkah serasa tak menapak tanah. Entah apa yang terbersit dalam dadaku. Yang kutahu, puja dan puji syukur ke hadirat-Mu membuncah. Terimakasih Ya Allah, tak kusangka ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak malam itu, atas dukungan seluruh guru, ustadz, keluarga dan teman-temanku, ku bertekad untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Apapun cobaan dan kendalanya. Akhirnya kuputuskan untuk meraih cita-citaku di Kampus Pembaharu pilihanku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah desak-desakan mobil metromini 510, akhirnya sampai juga di Terminal Rambutan, ganti bus langgananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba duduk di sampingku seorang ibu paruh baya menggendong bayi dan seorang bocah berumur empat tahun. Mereka berbeda dengan penumpang lainnya, kumal, berbaju compang-camping dan aroma tak menyenangkan tersebar dari tubuh mereka.&lt;br /&gt;Astaghfirullah, maafkan hamba Ya Allah, aku telah menilainya dari segi lahiriyah. Padahal belum tentu aku lebih baik di sisi-Mu dibanding mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Teh? bisa minta tolong bayarkan ongkos mobil ini, saya kehabisan uang Teh?."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, betapa naifnya aku, kenapa dari tadi aku tidak melakukan apa-apa, malah justru memandangnya dengan perasaan risih. Aku tidak memberikan sesuatu, sampai akhirnya ia memintanya duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Bu, cuma bisa segini? kataku lirih sambil mengulurkan selembar uang seribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terimakasih sekali Teh, yang penting saya bisa sampai Jatinegara, saya akan mencari nasi di sana"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho memangnya Bapak anak-anak kemana Bu?" Kuberanikan diri bertanya padanya.&lt;br /&gt;Kulihat wajahnya memerah dan tiba-tiba butiran bening mengucur dari kedua kelopak matanya yang sayu. Ya Allah, maafkan hamba yang telah menambah penderitaannya dengan menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suami saya tidak pernah mau tahu keadaan kami Teh. Kerjaannya judi dan mabuk-mabukan. Kalau pulang ke gubuk kami, saya dan keenam anak saya sering terkena pukulannya bila tidak ada nasi," isaknya sambil menunjukkan luka memar di sekujur tubuh anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kok ada Bapak yang setega itu terhadap keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat sekelilingku, penumpang-penumpang lain memperhatikan kami, tapi tidak ada satupun yang tergerak mengulurkan bantuan untuk Ibu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurogoh dompetku, tinggal uang sepuluh ribuan dua, sisa gaji les prifatku bulan ini. Kuambil satu untuk kuberikan padanya lagi. Tapi kuurungkan kembali, terbersit di benakku bayangan keluargaku tercinta.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlintas bayangan Bapakku yang renta terbaring tanpa daya menahan sakit. Yach, tulang punggung kami itu sudah tiga tahun tak berdaya melawan asam urat akutnya. Karna ketiadaan biaya lah penyakitnya belum tersembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas berganti dengan kelebatan Ibuku, sosok yang tampak lebih tua dari usianya. Pekerjaan berat telah menggariskan keriput di wajahnya dan mengukir kasar telapak tangannya.&lt;br /&gt;Berkelebat lagi bayangan adikku yang harus sering tebal muka dipanggil guru BP karna SPPnya belum lunas menjelang ujian semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kusadari, satu air mataku bergulir. Aku ingin cepat sampai rumah, aku kangen keluargaku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Teh, kenapa menangis?"&lt;br /&gt;Ku tersentak kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Ibu itu membangunkan lamunanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap wajahnya dalam-dalam sambil terus bergumul kebimbangan dalam hatiku. Kasihan mereka. Untuk makan hari ini pun tidak ada uang. Tapi…………Bapak, Ibu dan adik-adikku pun sedang membutuhkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silih berganti berkelebat di pelupuk mataku wajah Ibu dan kedua anaknya itu dengan keluargaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bimbang dan bingung.&lt;br /&gt;Sepuluh ribuan itu masih tergenggam erat di tanganku.&lt;br /&gt;Namun akhirnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu, sabar dan selalu berdoa agar suami Ibu sadar dan keluarga Ibu kembali bahagia mendapat perlindungan-Nya." Kuselipkan uang itu ke tangannya.&lt;br /&gt;Tanpa kuduga, ia menangis dan memelukku.&lt;br /&gt;Ya Allah, Ibu itu lebih membutuhkan uang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutitipkan keluargaku pada-Mu. Aku yakin, Engkau Maha Penyayang. Kau akan lindungi dan cukupi keluargaku. Kupasrahkan seluruh hidupku. Ku yakin, rizkiku, jodohku dan matiku telah Engkau tetapkan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sabtu pagi, cerah sekali. Kunikmati hari libur ini dengan masak dan merapikan seluruh pekerjaan rumah bersama.&lt;br /&gt;Pos…………..pos…………!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhamburan adikku lari ke depan pintu, penuh harap sepucuk surat datang.&lt;br /&gt;"Teh Ziza, surat ..…wah sudah gede nih kakakku, punya pacar segala !!!!!" dengan sigap ku berlari meninggalkan masakanku yang belum matang.&lt;br /&gt;Surat…….?? Tumben, siapa peduli aku disini, aku kan "High Quality Jomlo" ……..cie……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku buka surat bersampul putih itu, deg-degan juga nih&lt;br /&gt;Setengah tak percaya ku eja satu persatu barisan-barisan tulisan itu yang ternyata dari kampusku.&lt;br /&gt;Ya Allah………….!&lt;br /&gt;Aku dapat beasiswa……………&lt;br /&gt;Secepat inikah Kau balas selembar sepuluh ribuanku&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Fa Bi Ayyi Aala Irabbikuma Tukadziban&lt;br /&gt;Maka Nikmat Tuhan Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Do the best, if not now, when??&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12885038-111621910475640675?l=deashaliha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deashaliha.blogspot.com/feeds/111621910475640675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12885038&amp;postID=111621910475640675&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111621910475640675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12885038/posts/default/111621910475640675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deashaliha.blogspot.com/2005/05/tak-kuragukan-keadilan-mu.html' title='Tak kuragukan keadilan-Mu'/><author><name>Dewi Shaliha AR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13932058541799719582</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://i8.photobucket.com/albums/a30/dewishaliha/dewipanjang.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
